Diserang Hama Wereng dan Tikus, Puluhan Ha Sawah Gagal Panen

LEBAK, (KB).- Tanaman padi di areal persawahan seluas 25 hektare di Blok Cisangu, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak mengalami gagal panen.  Menurut Kepala Desa Malabar, Jubed Pasmi serta beberapa petani di Blok Cisangu, gagal panen padi yang dialami areal persawahan tersebut diakibatkan serangan hama wereng serta hama tikus. Akibat kejadian tersebut, para petani pemilik padi tersebut mengalami kerugian materil hingga puluhan juta rupiah.

”Sebagian besar tanaman padi yang gagal panen daunnya menguning, serta tidak berbuah biji padi akibat serangan hama wereng coklat. Sedangkan sisanya, gagal panen akibat diserang hama tikus,” ujar Jubed Pasmi, Rabu (27/12/2017). Ditambahkannya, kegagalan panen akibat serangan hama wereng coklat dan hama tikus.

Kini para petani pemilik tanaman padi di 25 hektare di blok Cisangu dipastikan mengalami kerugian materil, karena bibit padi yang mereka tanam serta pupuk untuk penyubur tanaman padi tersebut dibeli menggunakan biaya yang lumayan besar. Belum lagi, mengoperasikan hand traktor untuk menggarap sawahnya, juga membutuhkan biaya untuk membeli premiumnya.

”Sebelum dipastikan gagal panen, para petani pemilik sawah di blok Cisangu sering memeriksa tanaman padinya. Namun tanpa diketahui, hama wereng coklat dan hama tikus menyerang, sehingga dalam hitungan beberapa hari semua tanaman padi di sawah seluas 25 hektare rusak. Serta batang dan daunnya menguning,” ujarnya.

Haerudin, salah seorang petani pemilik sawah di Blok Cisangu menambahkan, akibat gagal panen, maka selain tidak akan mendapatkan penghasilan, pihaknya harus menunggu tiga hingga empat bulan ke depan untuk melakukan penanaman padinya kembali. Bahkan, bagi yang tidak memiliki dana untuk membeli bibit dan pupuk, maka bukan tidak mungkin bisa melakukan penanaman bibit padinya lagi. ”Karena dipastikan gagal panen, maka kami harap untuk musim tanam bibit padi berikutnya, saya harap ada bantuan bibit dan pupuk dari Pemkab,” ucap Haerudin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak, Dede Supraitna berjanji segera menerjunkan stafnya untuk melihat langsung seluruh tanaman padi di Blok Cisangu. ”Nanti akan kami cek dulu, apakah tanaman padi di Blok Cisangu benar-benar gagal panen atau masih bisa diselamatkan,” kata Dede Supriatna. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here