Disebut Jadi Penyebab Lahan Kritis, Pemkot Serang Klaim Tutup Galian C

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan sudah menutup semua galian C tidak berizin yang ada di Kota Serang sejak beberapa bulan lalu. Alasannya, di Kota Serang tidak pernah ada izin untuk melakukan aktivitas galian C.

Wali Kota Serang Syafrudin tidak menampik jika salah satu penyebab lahan kritis di Kota Serang akibat keberadaan galian C, sehingga pihaknya sudah mengambil tindakan tegas dengan langsung menutup aktivitas tersebut.

“Pemkot sendiri sudah melakukan tindakan beberapa bulan yang lalu, itu untuk eksekusi tutup. Jadi, sudah tidak ada lagi galian C,” katanya.

Meski demikian, ucap dia, masih terdapat titik-titik lahan kritis longsor di Kota Serang, terutama di Kecamatan Taktakan. Salah satu titik yang paling berbahaya, di antaranya lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, yang sempat memakan korban jiwa pada longsor 2018 lalu.

“Sebenarnya di Taktakan ini hanya satu titik saja yang rawan longsor terutama di Cilowong, saya kira yang lain itu masih kondusif dan terjaga. Kemudian, smenurut perkiraan pada tahun ini, memang akan bertambah yang kritis itu antara Cilowong dan Sayar,” ucapnya.

Baca Juga : Galian C Disebut Salah Satu Penyebab, 2.187 Hektare Lahan di Kota Serang Kritis

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Serang Rizki Kurniawan menuturkan, pihaknya akan mendatangi langsung lokasi titik yang rawan tersebut, untuk mencari tahu akar permasalahannya.

“Kami akan sidak ke lokasi, kemudian kami panggil OPD terkait untuk kami tangani bersama, agar lahan kritis ini bisa ditanggulangi,” ujar politisi muda dari Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, jika lahan tersebut, kritis akibat berkurangnya tanaman, sehingga membuat struktur tanah menjadi rentan terjadi longsor. Maka, pihaknya akan meminta OPD terkait untuk melakukan reboisasi (penanaman kembali) sebagai bentuk pencegahan.

“Yang jelas kalau lokasi rawan longsor kami harus lakukan reboisasi, agar memerkuat struktur tanah yang mungkin sudah kurang tanaman di sana. Kami akan minta OPD terkait untuk reboisasi secepatnya,” tuturnya.

Selanjutnya, jika pada saat sidak masih ditemukan adanya aktivitas galian C yang menjadi salah satu penyebab lahan kritis. Pihaknya akan meminta pemkot untuk segera menutupnya.

“Kami panggil OPD-nya kalau galian C itu tidak berizin kami tutup galian C-nya,” katanya.

Diketahui, berdasarkan peta sebaran lahan kritis di Kota Serang pada 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Terdapat total 2.187, 25 hektare lahan kritis. Sebarannya terdapat di Kelurahan Cilowong, Pancur, Sayar, Sepang, Takatakan, dan Umbul Tengah. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here