Dirut PT Pelabuhan Cilegon Mandiri Mundur

CILEGON, (KB).- Keputusan mengagetkan dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Zamhari Hamid. Ia yang juga mantan Dirut PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) tersebut, mengundurkan diri dari jabatannya.

Kemunduran diri dia langsung direspons Direksi PT PCM dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sebagai pemegang saham. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut langsung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Hotel Grand Mangku Putera (GMP), Jumat (29/6/2018).

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, kemunduran Zamhari dilakukan dengan alasan pribadi. Keputusan tersebut tidak berkaitan dengan kinerjanya selama menjadi Dirut PT PCM. “Bukan karena persoalan kinerja, tapi karena alasan pribadi. Katanya sih mau fokus mengurus bisnis keluarga, jadinya mundur dari jabatan Dirut PT PCM,” katanya seusai memimpin RUPS LB.

Menurut dia, menyikapi kemunduran Zamhari, pihaknya merespons hal tersebut sesuai Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PT PCM, yakni akan melakukan audit kinerja Zamhari Hamid selama enam bulan terakhir. “Per 2018 ini, kami akan malakukan audit dulu. Tidak hanya kinerja, tapi seluruh hal berkaitan dengan pak Zamhari. Ini dalam rangka memperkuat keputusan pak Zamhari yang mengundurkan diri dari jabatannya,” ujarnya.

Audit yang akan dilaksanakan oleh auditor independen tersebut, ucap dia, akan dilaksanakan kurang lebih dua minggu. Usai audit dilakukan, barulah pihaknya akan melanjutkan pada tahap berikutnya. “Entah dalam kurun waktu 30 hari atau 6 bulan, kami akan tentukan siapa yang akan menggantikan. Termasuk apakah perlu plt dulu atau langsung definitif,” tuturnya.

Sementara, kekosongan jabatan berlangsung, tupoksi dirut akan dilaksanakan oleh dua direktur PT PCM, yakni Direktur Keuangan dan SDM PT PCM, Arief Rivai Madawi dan Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah. Namun, berkaitan dengan kebijakan-kebijakan strategis, hal tersebut diambil alih Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi selaku pemegang saham, juga Ratu Ati Marliati sebagai Komisaris Utama .

“Kalau yang berkaitan dengan rutinitas, bisa dijalankan dua direktur yang ada. Tapi, untuk keputusan-keputusan strategis, dua direktur itu harus konsultasi dulu kepada saya dan juga komisaris utama,” katanya.

Senada dikatakan Komisaris Utama PT PCM, Ratu Ati Marliati. Ia mengatakan, kemunduran diri Zamhari Hamid wajib ditindaklanjuti pihaknya. “Kalau tidak ditindaklanjuti, manajemen PT PCM bisa mengambang. Lagi pula, yang bersangkutan sudah tidak lagi ngantor di PT PCM. Makanya, kami langsung respons sesuai AD/ART,” ujarnya.

Terkait pengganti jabatan dirut, pihaknya akan segera melakukan pemilihan sesuai aturan yang berlaku. “Dalam waktu dekat, kami akan godok siapa yang pantas duduk di kursi dirut. Tentunya sesuai AD/ART dan juga permendagri terkait pengisian jabatan direksi BUMD,” ujarnya.

Pada bagian lain, komentar pedas dilayangkan anggota Komisi III DPRD Cilegon, Rahmatulloh. Ia meyakini, jika kemunduran diri Zamhari Hamid, karena persoalan kinerja.

“Saya yakin, Dirut mundur, karena tidak berhasil melaksanakan program kerja yang telah disampaikan kepada Pemkot Cilegon dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon. Sebab, capaian kinerja PT PCM selama ini, telah melenceng dari RPJMD 2016 – 2021. Mulai dari penganggaran, rencana kegiatan FS/DED hingga pada hal deviden. Tidak ada kemajuan dari hasil penggunaan penyertaan modal Rp 98,5 miliar,” ucapnya.

Ia menyarankan, agar hasil audit independen terhadap Zamhari Hamid perlu dipublikasikan kepada masyarakat. “Uang Rp 98,5 miliar itu harus dipublis. Sudah dipakai untuk apa saja, apakah ternyata acak-acakan,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here