Dirut KIEC Diminta Serahkan Diri, Iman Ariyadi: Itu Dana Sponshorship

JAKARTA, (KB).- Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi telah ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap perizinan pembangunan Transmart. Terkait status kasus yang dituduhkan, Iman membantahnya, dan tidak menerima uang berkaitan dengan gratifikasi. “Jadi, kami tidak menerima apa pun berkaitan soal uang dan gratifikasi,” kata Iman saat dicegat wartawan saat keluar dari Gedung KPK sebelum menuju rumah tahanan, Ahad (24/9/2017).  Pengiriman uang ke klub sepak bola itu, menurut dia, bukan modus kejahatan untuk menutupi suap. “Bukan modus,” ujarnya.

Imam mengaku uang yang diterimanya itu hanya berkaitan untuk dana sponsor sepak bola Cilegon United (CU) Football Club. “Itu berkaitan dengan soal kami mencari sponsorship untuk tim sepak bola Kota Cilegon. Hanya berkaitan dengan soal perizinan begitu ya, dan kami lihat ada antusias liga sepak bola Cilegon, kami carikan sponsorship, dan langsung ditransfer ke CU,” ucapnya.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Donny Sugimukti segera menyerahkan diri.  Permintaan itu disampaikan karena Donny yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pemberi suap Wali Kota Cilegon Iman Aryadi, tak termasuk dari sembilan orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Satgas KPK. “Ya, yang bersangkutan belum ditangkap,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/9/2017) malam seperti dilansir jurnas.com.

Sementara itu, Direksi PT Krakatau Steel (KS) memilih diam terkait keterlibatan Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Donny Sugimukti sebagai tersangka. Begitu pula terkait Donny yang hingga kini belum menyerahkan diri kepada KPK.  Diketahui, KPK telah menetapkan Donny sebagai tersangka. Donny diduga ikut menyuap Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi.

Namun, Donny tidak termasuk dari sembilan orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (22/9/2017). Donny hingga saat ini belum menyerahkan diri, guna menjalani pemeriksaan KPK.
Mengenai hal itu, Sekretaris PT KS Iip Arief Budiman belum mau menanggapi hal tersebut. Melalui pesan singkat, Iip mengatakan jika dirinya tidak akan memberikan komentar. “Terima kasih Mas, tapi saya no coment dulu,” tuturnya, Ahad (24/9/2017).

Sikap serupa diperlihatkan Head of Human Capital Administration and GA PT KS Agus Nizar Vidiansyah. Nizar ketika dikonfirmasi terkait peran aktif Donny dalam kasus dugaan yang melibatkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi ini, tidak membalas pesan singkat dan telepon selular wartawan Kabar Banten.  Dalam jumpa pers Jumat (22/9/2017) malam, KPK mengumumkan penetapan enam orang sebagai tersangka. Selain Donny, KPK menetapkan Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro dan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo sebagai tersangka pemberi suap.

Selain itu, KPK menetapkan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira, dan seorang pihak swasta bernama Hendry sebagai tersangka penerima suap. Dalam kasus ini, PT KIEC dan PT Brantas Abipraya diduga menyuap Wali Kota Cilegon dan Kepala BPTPM Cilegon sebesar Rp 1,5 miliar. Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon.

Donny diketahui merupakan satu dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Transmart. Kelima tersangka lain yakni, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Aryadi. Kemudian, Ahmad Dita Prawira (ADP) selaku Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon; Henry(H) asal swsta; Bayu Dwinanto Utomo (BDU) selaku Project Manajer PT Brantas Abipraya dan Eka Wandoro (EW) selaku Legal Manager PT KIEC.

PT KIEC yang merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) dan PT Brantas Abipraya dalam kasus ini diduga menyuap Wali Kota Cilegon dan Kepala BPTPM Cilegon sebesar Rp 1,5 miliar. Diduga uang suap itu untuk memuluskan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon. Suap diduga terkait pemulusan izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).(H-52/Ant)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here