Diresmikan Subadri Sebulan Lalu, Pasar Lebak Wangi Ditinggal Pedagang

Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin meresmikan Pasar Lebak Wangi di Kecamatan Walantaka, Rabu (3/7/2019).*

SERANG, (KB).- Pasar Lebak Wangi di Lingkungan Cimareng, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sepi ditinggal pedagang. Hal tersebut, karena pedagang menilai pasar tersebut sepi pembeli.

Seorang pedagang kopi Idah mengatakan, dia bersama pedagang lainnya kini sudah tidak lagi berjualan, karena kondisi pasar yang sepi. “Sekitar sebulan sudah enggak jualan lagi di sana (Pasar Lebak Wangi). Jauh kan kalau di pasar, jadi enggak kelihatan sama pembeli,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Ia bersama pedagang lainnya memilih berjualan dengan mendirikan tenda dari bambu di dekat Jalan Raya Petir-Walantaka. Meski telah berpindah lokasi jualan ke dekat jalan raya, menurut dia, pengunjung yang datang ke Pasar Lebak Wangi masih tetap sepi.

“Awalnya saya jualan ikan dendeng, bandeng sama mujahir. Tapi, kalau jualan itu kan tidak awet kalau enggak habis mubazir. Sekarang saya jualannya kopi, minuman sama makanan ringan. Pembeli sih ada, tapi cuma sedikit, enggak ramai. Paling juga orang sekitar sini,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejumlah lapak tenda yang saat ini ditempati mereka merupakan inisiatif para pedagang. Dengan dukungan dari koordinator pedagang pasar, akhirnya mereka bisa berjualan, meski hanya tenda seadanya.

“Kalau ini enggak bayar sewa. Tapi, memang kadang-kadang diminta buat bayar listrik Rp 3.000. Itu juga engga setiap hari. Bahkan, kalau jualannya sepi enggak bayar juga boleh,” ucapnya.

Pedagang lainnya Hamidi mengatakan, sejak pasar tersebut di-launching pendapatannya semakin menurun. “Kalau di dalam pasarnya sepi. Paling laku satu dua kilo saja sudah syukur. Jadi, saya pindah ke depan lagi. Daripada rugi mending keluar dari pasar,” tuturnya.

Ia sempat ditegur oleh Disperdaginkop dan UKM Kota Serang, karena berjualan di luar pasar. Pihak dinas meminta para pedagang untuk kembali berjualan di Pasar Lebak Wangi. Namun, dia menolaknya, karena pasar tersebut sepi dan merugikan pedagang.

“Ada dari dinas nyuruh kami jualan di dalam saja, jangan di pinggir jalan. Tapi kan tahu sendiri kalau di pasar enggak kelihatan. Ya kami berinisiatif untuk jualan di sini (pinggir jalan). Kalau mau rame, ya coba bikin bazar saja kalau enggak pasar malam biar banyak yang datang,” katanya.

Kepala Bidang Pasar pada Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Jhoni Manahan mengamini sepinya Pasar Lebak Wangi, karena ditinggalkan para PKL. Menurut dia, para pedagang tersebut, tidak sabar menunggu penataan.

“Masyarakat di sana, khususnya para pedagang itu belum mengenal dengan kondisi pasar di situ. Akhirnya para pedagang mengundurkan diri satu per satu. Mereka itu kurang sabar. Kan kami juga butuh proses untuk mencari solusi buat pedagang,” ujarnya, Kamis (8/8/2019).

Sebenarnya, ucap dia, pihaknya sudah berencana untuk mengadakan sejumlah kegiatan hiburan dengan tujuan menarik minat masyarakat.

“Setelah Lebaran Iduladha kami juga akan adakan bazar di sana (Pasar Lebak Wangi). Kemudian, kami juga akan mengundang beberapa perusahaan motor yang ada di Kota Serang untuk turut meramaikan, agar lebih meriah. Jadi, masyarakat juga tertarik, mereka pasti datang kalau ada rame-rame,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here