Diproyeksikan Jadi Wisata Edukasi, Pemkot Serang Sulap TPAS Cilowong

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menyulap Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong menjadi tempat wisata edukasi. Alasannya, lokasi TPAS yang berada di Kecamatan Taktakan tersebut, merupakan dataran tinggi atau perbukitan dengan pemandangan yang cukup indah, sehingga cocok untuk dijadikan lokasi wisata di Kota Serang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, hal tersebut merupakan cita-cita dan angan-angannya untuk membuat Cilowong sebagai tempat wisata edukasi. Selain lokasi yang menunjang, hal tersebut juga salah satu upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah di TPAS.

“Mudah-mudahan Wali Kota dan DPRD dapat merestui kami untuk membebaskan lahan, sehingga dapat terealisasi pada 2020 nanti. Sebagai sarana pembelajaran para siswa, baik SMP hingga perguruan tinggi. Jadi, nanti kami ajarkan bagaimana cara memanfaatkan dan mengolah sampah yang baik,” katanya.

Sehingga, ucap dia, bisa menghasilkan nilai positif, seperti memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat. Selain itu, dengan dijadikannya tempat wisata, kesan buruk masyarakat terhadap Cilowong bisa hilang. Sebelumnya, Cilowong dikenal dengan tempat yang angker dan aroma menyengat yang tak sedap.

“Karena, masyarakat memiliki kesan kalau Cilowong ini identik dengan kesan angker dan bau busuknya. Kami akan mengubah itu, dengan menjadikan Cilowong sebagai tempat wisata dan kami akan mengurangi bau busuk dari aroma sampah dengan cara kontrol laboratorium. Dari situ kami akan menemukan solusinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk objek wisata direncanakan pada 2020 di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni, sedangkan untuk edukasi atau sarana pembelajaran siswa, akan dilakukan pada tahun ini. Sebab, pihaknya telah menyiapkan sejumlah fasilitas dan alat pengolahan sampah plastik di Cilowong.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan, Pemkot Serang akan melakukan peninjauan terlebih dahulu. Apabila hasilnya bagus dan cocok untuk dijadikan objek wisata, tentu akan dianggarkan serta diprogramkan pada 2020 di APBD Murni.

“Kami juga akan membahas ini dengan pihak terkait, khususnya DLH. Kalau memang kenyataannya bagus, insyaallah akan kami programkan pada 2020. Sebab, memang cukup menunjang untuk dijadikan tempat wisata, karena lokasinya yang berada di dataran tinggi. Katanya kalau malam seperti bukit bintang di puncak. Nanti jadinya bukit bintang di Mancak,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here