Diperkuat, Sektor Pertanian di Banten Selatan

SERANG, (KB).- Sektor pertanian di wilayah Banten Selatan akan diperkuat. Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyebut, lahan-lahan di Banten Selatan tidak harus beralih fungsi menjadi industri.

Mengarahkan Banten wilayah selatan untuk memperkuat sektor pertanian, tidak harus bergeser ke sektor industri,” kata WH, saat melakukan berkunjung ke kebun cabai di Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, diengah krisis seperti ini, masyarakat akan membutuhkan kebutuhan pokoknya. Kekuatan sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan serta memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok.

Masih menurut Gubernur WH, kita sedang menghadapi wabah yang merata di seluruh negeri dan berdampak juga di Provinsi  Banten, kita mengandalkan industri dan perdagangan yang masih dalam siklus lingkaran krisis, yang berimbas kepada perekonomian. 

Semua akan tetap bergulir dengan baik apabila kita dapat memastikan ketersediaan pangan dan  bahan pokok sehingga perdagangan tetap berputar dengan baik dan tidak ada kenaikan harga atau kelangkaan stok. 

“Kita harus berupaya membudidayakan lahan-lahan yang ada di Banten untuk bisa ditanam apa saja”, ucapnya.

WH meminta Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk mengerakkan sektor pertanian lebih massif dalam menanam seperti cabai, labu, oyong, ketela, dan komoditas pertanian lainnya selain padi. 

“Kita harus semangat untuk menjadikan sektor pertanian sebagi ujung tombak perekonomian Banten. Sehingga, menjadi penghasil produk pertanian terbesar. Memperkuat basis pertanian untuk memperkuat daya tahan masyarakat,” ungkapnya.

Meksi daya beli masyarakat sempat turun, kata WH, hal yang menggembirakan adalah stok produk pertanian cukup sampai bulan Oktober. 
“Daya beli masyarakat berkurang tapi kebutuhan pokoknya terpenuhi. Harga sembako masih stabil, jadi tidak mengkhawatirkan,” ucapnya. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here