Dipengaruhi ”Coattail Effect”, Koalisi Prabowo Kuasai Banten

SERANG, (KB).- Partai politik (parpol) koalisi pengusung pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno mendominasi perolehan di daerah pemilihan (dapil) Banten. Perolehan suara parpol pengusung diprediksi dipengaruhi hasil pilpres atau ‘coattail effect’.

Berdasarkan hasil hitung suara Pemilihan Legislatif 2019 di website KPU hingga Ahad (21/4/2019) sekitar pukul 21.10, partai pengusung Prabowo seperti Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN meraih suara signifikan. Terutama, di dapil Banten II yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Kecuali di Dapil Banten III, PDIP masih mendominasi perolehan suara di dapil yang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang itu. Sementara, dapil Banten I dan II, dominasi Partai Gerindra dengan perolehan suara yang cukup mencolok. Perolehan suara partai berlambang Garuda tersebut, bahkan meninggalkan jauh partai lainnya.

Selain Gerindra, partai pengusung Prabowo lainnya yang meraih suara signifikan adalah Partai Demokrat dan PKS. Perolehan suara sementara kedua partai itu, bahkan mampu melewati dua parpol besar pengusung Jokowi – Ma’ruf yakni PDIP dan juga Golkar.

Untuk DPRD provinsi Dapil Banten I yang meliputi Kota Serang, PDIP bahkan terancam tidak mendapatkan kursi. Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Banten dari rekapitulasi di tingkat PPK, PDIP berada di posisi keenam dari alokasi 5 kursi.

Dari penghitungan sementara beberapa kecamatan yang sudah menyelesaikan penghitungan, lima besar parpol di dapil tersebut adalah Partai Gerindra di posisi teratas, disusul Partai Golkar di posisi kedua, PKS di posisi ketiga, PPP di posisi keempat, dan Partai Nasdem di posisi kelima.

Sementara itu, untuk kursi DPRD Kota Serang daerah pemilihan (dapil) II sudah menyelesaikan penghitungan di tingkat PPK, Ahad (21/4/2019). Dapil II meliputi 6 kelurahan yakni Serang, Cipare, Kota Baru, Cimuncang, Lontar Baru, dan Kagungan. Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh kelurahan, 8 kursi yang disiapkan di dapil tersebut didominasi koalisi Prabowo yang menempatkan PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat.

Berdasarkan perolehan suara dari peraih enam kursi tersebut, kursi pertama dan kedua diraih PKS dan Gerindra dengan suara signifikan. Di susul Golkar di posisi ketiga, PDIP di posisi keempat, PAN di posisi kelima, Demokrat di posisi keenam, PPP di posisi ketujuh, dan Nasdem di posisi kedelapan.

Dari susunan itu, terdapat dua kursi pendatang baru di dapil Serang II yakni PKS dan Nasdem. Kedua parpol itu membuat dua parpol petahana tak mendapatkan kursi yakni PKB yang berada di posisi kesembilan, dan Partai Hanura yang berada di posisi kesepuluh.

Efek capres

Menurut Pengamat Politik dari Untirta Suwaib Amirudin, keunggulan partai pengusung Prabowo-Sandi tingkat Provinsi Banten efek kerja keras tim Prabowo-Sandi yang lebih banyak mengandalkan partai untuk memenangkan paslon nomor urut 02.

“Kalau di kubu Prabowo-Sandi memang partai politiknya yang sampai sayap-sayapnya, kemudian ormasnya berjalan,” katanya, Ahad (21/4).

Dia mengatakan, kerja keras itu salah satunya dilihat dari banyaknya caleg partai pengusung Prabowo-Sandi yang menyertakan Prabowo-Sandi dalam spanduknya. Dampaknya, masyarakat yang mencintai Prabowo-Sandi secara bersamaan mencoblos partai pengusung.

“Caleg (partai pengusung Prabowo-Sandi), selain berjuang untuk partai juga berjuang untuk calon presiden. Disitu Partai Gerindra, PAN dan PKS itu memiliki suara yang bagus,” ucapnya.

Kondisi terbalik berada pada Jokowi-Ma’ruf Amin yang cenderung lebih banyak mengandalkan relawan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Terkadang, partai pengusung Jokowi-Ma’ruf juga meleburkan diri dalam struktur relawan yang dibentuk tim nasional.

“Kalau di kubu Jokowi, taruhlah PDIP sebagai pengusung utama di Banten tapi itu tidak berjalan maksimal, lebih banyak dia bermain di tataran relawan-relawan. Jadi malah partai meleburkan diri ke relawan itu yang dibentuk tim nasional,” tuturnya.

Partai pengusung Jokowi-Ma’ruf juga cenderung menyelamatkan masing-masing untuk memenangkan pileg, ketimbang menyelamatkan capres-cawapres yang diusung.

“Partai itu setiap ada agenda lebih cenderung seremonial, bukan kepada penguatan untuk pemenangan. Dibanding dengan Prabowo itu betul-betul partai bekerja. Mesin partai berjalan,” katanya. (SJ/SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here