Dinyatakan Sehat Setelah 14 Hari Inkubasi, Mahasiswa Banten Pastikan Balik Lagi ke Cina

SERANG, (KB).- Sejumlah mahasiswa asal Banten yang dipulangkan dari Cina beberapa waktu lalu selesai menjalani masa inkubasi selama 14 hari dan dinyatakan sehat. Mereka juga memastikan akan kembali ke Cina untuk melanjutkan studinya yang sempat terhambat akibat mewabahnya virus corona (COVID-19).

Hal tersebut terungkap setelah mahasiswa tersebut diundang oleh Inspektorat dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, di Kantor Dinsos Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (20/2/2020).

Kehadiran mahasiswa tersebut untuk melengkapi administrasi pertanggungjawaban APBD. Adapun sepuluh mahasiswa itu di antaranya Rio Priyanto, Kenny Eliezer, Soelthan Andara Kelvin, Kristi Prihartini Dewi, Herawati, Royadin, Rifani, M Pajar, Syah Abriyatna dan Fadel.

Seorang mahasiswa asal Petir, Kabupaten Serang Royadin mengatakan, dirinya telah mendapatkan informasi dari pihak kampus bahwa proses pembelajaran sudah berjalan normal. Namun, saat ini proses belajar dilakukan secara online.

“Saya tetap akan balik ke sana. Karena mubazir aja. Saya sudah dua tahun studi di sana, setahun lagi lulus dan wisuda. Jadi sayang banget kan,” tutur mahasiswa Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College ini.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari pihak kampus proses belajar dimulai kembali pada 15 Maret 2020.

“Balik lagi ke sana tertulis dari kampus itu bulan Maret tanggal 15. Cuma memang belum pasti, karena pemberitahuan awal itu Februari ini, tapi kemudian terakhir tanggal 15 Maret itu. Nunggu kepastian juga dari negara Cina,” ujar mahasiswa yang sebelumnya kuliah di Politeknik Piksi Input Serang ini.

Menurut dia, keputusan untuk melanjutkan studinya tersebut di Cina juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Dirinya juga sudah mempersiapkan untuk kembali ke negeri tirai bambu tersebut.

“Persiapan masker sudah pasti. Utamanya itu di perjalanan juga lebih hati-hati, menghindari orang bersin. Kami semua berharap virus ini lebih berlalu. Informasi dari Cina sih katanya alhmadulillah makin baik, banyak juga yang sembuh. Di bandara juga sangat ketat untuk pemeriksaannya,” tutur pria berusia 21 tahun ini.

Senada dikatakan mahasiswa lainnya Rifani. Menurut dia, dirinya harus kembali ke Cina karena sudah terikat kontrak dengan kampus.

“Kalau kita enggak balik lagi ke sana, putus kontrak malah kena denda,” ucapnya yang diamini mahasiswa lainnya.

Sepuluh mahasiswa asal Banten yang sedang melakukan kuliah di Tiongkok dan telah dipulangkan dipastikan sudah bisa berbaur dengan masyarakat. Kepastian itu didapat setelah kesembilan mahasiswa tersebut telah menjalani masa inkubasi selama 14 hari sejak kepulangan dari Tiongkok beberapa waktu lalu.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banten E Kusmayadi mengatakan, dari hasil laporan Dinas Kesehatan Provinsi Banten bahwa kesepuluh mahasiswa asal Provinsi Banten dipastikan sehat dari paparan virus corona. Apalagi, kata dia, mereka tinggal dan kuliah di Kota Wu Xi Tiongkok yang lokasinya sangat jauh dari Kota Wuhan.

“Mulai awal tahun Maret nanti ada dari mereka yang akan kembali. Karena tanggal 15 Maret itu mereka ada yang sudah aktif kuliah. Ada juga yang April nanti mulai kuliahnya, karena tidak sama kampusnya,” kata Kusmayadi, Kamis (20/2/2020).

Plt Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Darma Sumapraja mengatakan, pemerintah melalui kebijakan Gubernur Banten telah memfasilitasi mereka saat dipulangkan dari Cina. Bahkan dua mahasiswa yang kembali ke tanah air dengan uang sendiri akan dilakukan penggantian oleh pemerintah.

“Ini bukti bahwa pemerintah melalui Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur peduli terhadap warganya. Bukti juga bahwa pemerintah hadir bagi warganya. Pesan saya nanti setelah selesai studi jangan ke mana-mana, di Banten saja bangun Banten,” ucapnya. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here