Dinsos Kabupaten Tangerang Labelisasi 16.566 Warga tak Mampu

TANGERANG, (KB).- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang mulai memberi label di rumah keluarga tak mampu atau yang disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sejak dua pekan ini. Tulisan tersebut telah tertempel di tembok rumah warga miskin di Kabupaten Tangerang yang dibuat dengan cat semprot warna biru.

Ketua Tim Pelabelan Rumah Prasejahtera Dinsos Kabupaten Tangerang Ahmad Hidayat mengatakan, pelabelan rumah bertujuan, agar bantuan sosial tersebut, semakin tepat sasaran. Tidak ada lagi, warga yang secara ekonomi sudah mampu masih menerima bantuan KPM-BPNT.

“Tujuan pelabelan bukan ingin mempermalukan penerima BPNT. Namun, untuk merangsang kesadaran bagi penerima progam bantuan sosial yang sudah tidak layak dibantu pemerintah, untuk lebih peduli kepada warga yang lebih membutuhkan, sehingga nanti pihak desa ataupun kelurahan dapat mengalihkan bantuan sosial kepada keluarga yang lebih membutuhkan dengan cara musyawarah desa (musdes) ataupun musyawarah kelurahan (muskel),” ucapnya, Selasa (5/11/2019).

Ia menuturkan, pelabelan dilakukan tidak lain untuk meningkatkan transparansi penerima bantuan sosial kepada publik. Sehingga, terdapat kontrol sosial, agar program pemerintah dapat berjalan sesuai dengan peraturan. Kemudian, pelabelan bertujuan, agar tepat sasaran penerima manfaat.

“Contohnya orang sudah meninggal dunia maupun orang yang sudah pindah rumah, namun masih terdata dalam penerima bantuan sosial. Ini kan sudah pasti tidak akan menerima,” tuturnya.

Masih kata dia, saat ini pihaknya mulai melabeli 16.566 rumah milik keluarga penerima manfaat BPNT, di 35 desa di empat kecamatan. Empat kecamatan, meliputi, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Jambe, Kecamatan Solear, dan Kecamatan Tigaraksa.

Menurut dia, ada 42 desa dalam 4 kecamatan tersebut. Namun, di rumah keluarga penerima manfaat di 7 desa belum dapat dilabel, karena alasan anggaran kegiatan labelisasi terbatas.

“Karena alasan itu juga, kami belum bisa melabeli serentak di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Ada sebanyak 131.555 keluarga penerima manfaat BPNT di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Diketahui, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk nontunai dari pemerintah, yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulannya.

Warga akan mendapat akun elektronik menyerupai kartu ATM, yang digunakan untuk membeli 7 kilogram beras dan satu kilogram telur. Bahan pangan tersebut, dibeli di pedagang bahan pangan warung gotong royong (e-Warong) yang bekerja sama dengan bank yang ditunjuk pemerintah. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here