Rabu, 16 Januari 2019

Dinkes Pandeglang Kampanyekan Program ”Gema Cermat”

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengampanyekan program gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat), di salah satu hotel di Pandeglang, Rabu (12/12/2018).
Gerakan tersebut bertujuan memberikan pemahaman cara mengonsumsi obat secara rasional, khususnya bagi para apoteker dan masyarakat sebagai konsumen obat.

Menurut Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani, gerakan tersebut telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan pada 2015 lalu di Jakarta. Namun untuk Pandeglang baru bisa mencanangkan tahun ini.

”Penggunaan obat secara berlebihan (over dosis) efek samping maupun interaksi obat itu sering terjadi di masyarakat. Sehingga menyebabkan masalah kesehatan. Informasi yang tercantum dalam kemasan obat kurang diperhatikan secara baik. Karenanya, kegiatan ini melibatkan peserta dari masyarakat umum, khususnya tenaga kesehatan, tim Penggerak PKK Kelurahan dan organisasi kemasyarakatan,” kata Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani saat workshop gema cermat.

Hadir di acara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulira, Asda bidang ekonomi pembangunan, Indah Dinarsiani, perwakilan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, IAI (Ikatan Apoteker) Provinsi Banten dan IAI Pandeglang. Sementara kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Provinsi Banten dan IAI Pandeglang.

Menurut Dewi, gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar. Selain itu , lanjut dia, gerakan ini untuk meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap kegiatan tersebut dapat mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

”Sosialisasi gema cermat ini dapat menyadarkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih dan menggunakan obat-obatan. Kalau membeli obat, baca aturan pakai dan alangkah lebih baiknya, periksakan ke dokter, Puskesmas atau Poskesdes. Kami ingin masyarakat menggunakan obat secara rasional. Masyarakat jangan menggunakan obat antibiotik tanpa resep dokter dan para apoteker harus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya. (IF)*


Sekilas Info

Toyota Rush Terperosok ke Jurang

PANDEGLANG, (KB).- Sebuah mobil Toyota Rush putih A 1286 KD mengalami kecelakaan tunggal terperosok ke jurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *