Kamis, 21 Juni 2018

Dinkes Lebak Kampanyekan Kesehatan Lingkungan

MENJAGA kesehatan lingkungan merupakan kewajiban bagi setiap individu, yang akan sangat berdampak bagi tingkat kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang ditimbulkan oleh buruknya kesehatan lingkungan. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Salah satu yang mengkhawatirkan adalah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan beragam jenis penyakit menular lainnya yang dapat menyebabkan kematian. Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat.

Untuk meminimalisasi terjadinya penyebaran penyakit akibat kurang terjaganya kebersihan lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehubungan curah hujan cenderung meningkat sehingga berpotensi penyebaran penyakit menular. “Kami terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan juga membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutur Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah kepada Kabar Banten, Jumat (2/3/2018).

Menurutnya, potensi penyebaran penyakit menular bisa menimbulkan kasus kejadian luar biasa (KLB) sehubungan curah hujan cenderung meningkat, yang berpeluang terjadi pagi, siang, sore hingga malam hari dengan intensitas sedang dan ringan.
”Tingginya intensitas curah hujan itu sangat berpotensi pada pengembangbiakan berbagai jenis penyait, seperti penyebaran penyakit DBD akibat nyamuk aedes aegipty juga diare. Karena itu, kami terus mengimbau masyarakat agar dapat kebersihan lingkungan serta membiasakan diri dengan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang terbukti sangat efektif mencegah penyakit menular,” ujarnya.

Kampanye berkesinambungan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan PHBS, ujar Firman, menjadi salah satu indikator penurunan angka penderita DBD yang sejak Januari sampai 1 Maret 2018 jumlah penderita DBD dan diare relatif kecil. ”Angka DBD terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2017,j umlah warga Kabupaten Lebak yang teridentifikasi positif DBD hanya 50 kasus dan tidak ditemukan korban meninggal dunia,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, HM. Sukirman menambahkan, selain konsistensi menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga mulai membudayakan PHBS, serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi guna mencegah penyebaran penyakit menular tersebut. “Jika lingkungan permukiman penduduk itu bersih dan budaya PHBS dipastikan dapat meningkatkan usia harapan hidup (UHH). Kebersihan lingkungan dan PHBS juga dapat mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti jantung, hipertensi, stroke, dan diabetes melitus,” kata Kadinkes.

Kadinkes mengakui, saat ini kematian akibat penyebaran PTM di Kabupaten Lebak relatif cukup menonjol, yang antara lain diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan instan, makanan yang mengandung kolesterol, merokok aktif, minuman alkohol, serta kebiasaan begadang tanpa mengontrol kesehatan tubuhnya serta kurang berolah raga. “Kami optimistis kualitas derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik jika menjaga kebersihan lingkungan dan dibudayakan PHBS itu,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Kolelet Wetan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Hj. Hasanah mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh tenaga medis agar memaksimalkan penyuluhan kesehatan sebagai bentuk pencegahan (preventif) untuk mengantisipasi kasus KLB.
“Kami mengutamakan tindakan pencegahan melalui ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan budaya PHBS guna mencegah penyakit menular itu,” kata Hj. Hasanah. (Nana Djumhana)***


Sekilas Info

Micro Bus Wisatawan Terguling Di Sawarna

LEBAK, (KB).- Sebuah micro bus elf warna silver B 7663 FAA milik PT Yutaka Trans …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *