Dinkes Kabupaten Tangerang Obati 11.000 Penderita TBC

TANGERANG, (KB).- Sebanyak 11.000 penderita penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Tangerang akan segera diobati. “Kami kerahkan petugas dibantu aparat medis tiap Puskesmas memberikan pelayanan secara gratis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, Jumat (5/4/2019).

Ia mengatakan, sebagian dari korban telah diobati secara bertahap selama 6 bulan diharapkan penderita TBC sembuh. Sementara, 11.000 penderita tersebut, merupakan temuan dari petugas di lapangan sejak pertengahan 2018. Namun, penderita yang terbanyak terkena TBC, adalah di Kawasan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, karena wilayah tersebut, padat penduduk.

Sementara, untuk mengatasi penyakit TBC tersebut, pihaknya juga menggelar seminar bertajuk “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Kita” pada sebuah perguruan tinggi swasta di Kecamatan Kelapa Dua.

Menurut dia, Kabupaten Tangerang memiliki penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, terbanyak di Banten dibandingkan dengan 7 kabupaten dan kota lainnya, maka penderita TBC juga terbanyak.

Untuk mengetahui jumlah penderita tersebut, salah satu caranya, yakni melakukan penyisiran terhadap penyakit TBC pada radius 20 meter dari rumah penderita. Petugas Puskesmas mendatangi rumah penduduk yang terkena TBC, lalu memeriksa warga yang batuk berdahak, sering bersin, karena penyebaran dapat mencapai jarak tersebut.

Jika seseorang dinyatakan positif TBC, maka petugas langsung melakukan pemantauan pada warga sekitar, hal tersebut tujuannya mengantisipasi penyebaran. Program tersebut, sejalan dengan Kementerian Kesehatan, bahwa TBC dapat disembuhkan dengan cara meminum obat berturut-turut selama 6 bulan.

Gejala TBC ada pada kuman mikro bakteri tuberculosis akan menularkan secara droplep (pertikel air kecil seperti hujan rintik) atau melalui kontak cairan lendir, seperti bersin, batuk, dan meludah, maka bakteri tersebut, akan mudah kepada orang sekitarnya yang daya tahan lemah.

Padahal sebelumnya, pada 2018 berhasil mengobati sekitar 7.000 penderita TBC yang tersebar pada 29 kecamatan. Pengentasan penyakit tersebut, berdasarkan perhitungan rasio jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang, yaitu 243 per 100.000 penduduk.

Gandeng elemen

Selain itu, untuk memberantas penyakit tuberculosis (TBC), Dinkes Kabupaten Tangerang mengagndeng elemen lain dengan harapan jumlah penderita dapat berkurang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti menuturkan, untuk mengatasi penyakit tersebut, juga melibatkan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) setempat.

“Ini bertujuan, agar ada niat kebersamaan untuk mengurangi jumlah penderita TBC. Masalah ini terkait hasil pendataan selama tahun 2019 ditemukan sebanyak 11.000 penderita TBC untuk segera diobati,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain LKNU, pihaknya juga mengandeng kader PKK, kader Posyandu, dan aparat desa setempat, karena dianggap yang lebih mengetahui kondisi dan situasi di daerahnya masing-masing, termasuk kesehatan warga. “Ini penting diikutsertakan dalam pemberantasan TBC,” ucapnya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan, warga yang terkena TBC tidak malu ketika didatangi petugas, karena penyakit tersebut, dapat sembuh selama 6 bulan minum obat tanpa bayar, karena tersedia di Puskesmas. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here