Dinkes Kabupaten Serang Kesulitan Dapatkan APD Covid-19

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mengungkapkan, masih kesulitan dalam mendapatkan alat pelindung diri (APD) untuk para petugas kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten Serang. Hal tersebut, karena persediaan di distributor terbatas, padahal sudah dipesan sejak jauh hari.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Dinkes Kabupaten Serang Wahyu Suwardi mengatakan, belum tersedianya ADP untuk petugas kesehatan secara keseluruhan di Puskesmas, karena terkendala oleh proses pemesanan yang lama.

Padahal, Dinkes Kabupaten Serang sudah jauh-jauh hari melakukan pemesanan APD tersebut, dengan jumlah yang cukup banyak atau untuk digunakan petugas kesehatan di 31 Puskesmas. Namun, hingga saat ini belum datang.

“Karena, pemesanannya lama, Dinkes Kabupaten Serang belum mendapatkan (APD), karena memesan dengan jumlah banyak. Sebagian besar masih menunggu dan masih proses,” katanya kepada Kabar Banten, Sabtu (28/3/2020).

Hal tersebut, ujar dia, mengakibatkan APD yang digunakan oleh para petugas kesehatan di Puskesmas Kabupaten Serang rata-rata belum memenuhi standar. Sebab, mereka memutuskan untuk menggunakan alat seadanya seperti jas hujan yang dilapisi plastik yang ada, kemudian helm dan kacamata seadanya juga. Tak hanya itu, untuk masker juga, menggunakan masker bedah yang belum memenuhi standar untuk petugas kesehatan.

“Saat ini APD belum semuanya maksimal atau belum standarnya, tapi pelayanan tetap maksimal. Akhirnya seadanya menggunakan jas ujan yang dilapisi oleh plastik yang ada dulu, helm, kalau masker bedah, walaupun bukan menggunakan N95, tapi sudah cukup, kaca mata Google,” ucapnya.

Namun, lanjut dia, tidak semua petugas kesehatan di Puskesmas Kabupaten Serang menggunakan APD tersebut, beberapa sudah ada yang menggunakan APD sesuai standar. Meskipun menggunakan APD yang belum memenuhi standar, pihaknya memastikan, bahwa pelayanan kepada masyatakat tetap maksimal.

Sebab, Puskesmas sudah SK Impresing atau membentuk tim khusus yang dibentuk sesuai arahan kepala dinas. Satu Puskesmas terdapat dua tim, terdiri atas empat orang, yaitu dokter, perawat, diperkuat dengan tim Promkes.

“Jadi, setiap pemantauan kasus, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan yang positif semuanya itu ditangani oleh tim ini,” tuturnya.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, Dinkes sudah mengupayakan penyediaan APD standar tersebut, sejak Februari 2020 dengan melakukan pengadaan melalui e-Katalog, tetapi sampai minggu ketiga Maret 2020, persediaan APD di distributor masih sangat terbatas.

Ia membenarkan, bahwa beberapa Puskesmas memang masih menggunakan APD yang belum standar. Tetapi, sebagian Puskesmas sudah menggunakan APD standar.

“Sudah dipesan, tapi dari distributor masih sangat terbatas. Jadi, Puskesmas masih menyediakan APD-nya secara mandiri. Mudah-mudahan dengan ketersediaan APD didistributor sudah lebih baik, Dinkes mampu menyediakan secepatnya, untuk nanti didistribusikan ke semua Puskesmas di wilayah Kabupaten Serang. Sebenarnya berisiko untuk APD yang saat ini digunakan, tetapi untuk melindungi minimal dapat dilakukan, dengan catatan, jas tersebut segera dicuci dengan disinfektan, menggunakan sarung tangan, masker, dan kacamata lindung, serta sepatu khusus,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here