Dinilai tak Laik Jalan, Dishub Jaring Puluhan Angkot dan Pikap

Seorang petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, saat melakukan razia kelaikan kendaraan roda empat di Jalan Rangkasbitung-Pandeglang, Desa Kaduagung Timur, Cibadak, Rabu (14/3/2018).*

LEBAK, (KB).- Sedikitnya 31 kendaraan umum jenis angkutan kota (angkot), pikap serta truk pasir terjaring razia yang digelar Dinas perhubungan di Jalan Rangkasbitung-Pandeglang, Desa Kaduagung Timur, Cibadak, Rabu (14/3/2018) siang. Seluruh kendaraan itu terjaring razia karena dinilai tidak laik jalan atau tidak layak dioperasikan.

Kepala Dishub Lebak, Sumardi mengatakan, pelanggaran yang dilakukan oleh puluhan kendaraan umum itu karena dinilai tak laik jalan seperti kondisi rem maupun koplingnya kurang berfungsi dengan baik. Bahkan, beberapa unit kendaraan lainnya, ada yang bermasalah dengan mesinnya, namun tetap dipaksakan untuk beroperasi.

”Razia yang kami lakukan ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada penumpang maupun si sopir itu sendiri. Oleh karena itu, angkot maupun mobil angkutan barang yang kami nilai tidak layak jalan, kami perintahkan untuk tidak dioperasikan sebelum dilakukan perbaikan terhadap beberapa komponen angkutan umumnya yang dianggap bermasalah,” ujar Kadishub Sumardi kepada Kabar Banten seusai memimpin operasi penertiban.

Mengingat masih banyak angkutan umum maupun mobil angkutan barang seperti pikap maupun truk yang tidak layak jalan, ujar Sumardi, pihaknya akan rutin melakukan razia diseluruh jalan utama di Rangkasbitung. ”Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kami akan mengoptimalkan operasi penertiban dan kami akan berlaku tegas terhadap angkutan umum yang kondisinya diketahui tidak layak jalan,” ujarnya.

Ditambahkan, khusus untuk tiga puluh satu unit mobil angkot, pikap serta truk angkutan pasir yang tidak layak jalan, pihaknya sudah memerintahkan para sopir untuk segera melakukan perbaikan pada kendaraannya. Kepala Bidang Pengendalian Operasional pada Dishub Lebak, Saprudin menambahkan, ancaman kecelakaan tentu akan selalu terjadi selama masih banyak angkutan umum tidak layak jalan namun tetap dioperasikan.

”jika petugas kami menemukan kendaraan tidak laik jalan yang masih beroperasi, kami tak ragu untuk melakukan penindakan, karena membahayakan bagi keselamatan umum. Kami akan melakukan pemaksaan agar sopir atau pemilik melakukan perbaikan sebelum mengizinkan kembali beroperasinya kendaraan angkutan itu,” tutur Saparudin. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here