Sabtu, 26 Mei 2018

Dinilai Memberatkan, Orangtua Siswa Keluhkan SPP

LEBAK, (KB).- Beberapa orangtua murid (wali siswa) SMAN 1 Cimarga merasa keberatan dengan adanya biaya bulanan dan biaya bangunan tahunan yang dikenakan pihak sekolah kepada murid. Ditemui secara terpisah, sejumlah wali murid mempertanyakan dan mengeluhkan adanya bermacam biaya yang harus dipenuhi oleh siswa, yang bertentangan dengan informasi tentang adanya pelarangan dari Pemprov Banten bagai SMA untuk memungut biaya pada siswa dengan dalih apapun.

Salah seorang wali murid yang minta tidak disebutkan namanya menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya mengundang para orangtua murid untuk bermusyawarah menggunakan berita acara yang dibuat Komite Sekolah perihal kesepakatan bagi anaknya yang bersekolah di SMAN 1 Cimarga, akan dikenakan biaya bulanan dan biaya bangunan.

“Untuk biaya bulanan sebesar Rp 85.000 sedangkan biaya bangunan dikenakan biaya sebesar Rp 600.000. Jika tidak membayarnya, maka anak kami tidak akan bisa mengikuti ujian. Karena ada ketentuan itu, mau gak mau saya lunasi demi kelancaran anak saya dalam menuntut ilmu,” katanya.

Kepala SMAN 1 Cimarga Hasan Mustopa S.Pd saat dihubungi Kabar Banten melalui telepon selulernya mengakui adanya biaya SPP bulanan dan biaya bangunan yang dikenakan sekolah bagi siswanya. “Betul pak, memang ada pungutan biaya SPP bulanan dan biaya bangunan yang kami bebankan kepada orangtua murid. Namun, besaran angka itu didasarkan hasil kesepakatan bersama antara wali siswa dengan komite sekolah,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait surat edaran resmi dari Gubernur Banten melalui Pemerintah Provinsi, kalau SMA/SMK tidak boleh memungut biaya sepeserpun dari orangtua murid, Hasan mengetahuinya. “Saya tahu pak, tapi kalau memang ini dirasa melanggar aturan, mulai saat ini saya akan stop semua pungutan yang dibebankan kepada orangtua siswa,” ucapnya.

Terpisah, Kasubag Umum KCD wilayah Lebak Djai Rodjai,MA mengatakan, pihaknya telah mengonfirmasi pihak SMA Negeri 1 Cimarga terkait pungutan SPP dan uang bangunan. “Saya sudah telepon Pak Kepala sekolahnya, dan menurutnya ini bukan pungutan melainkan lanjutan dari tahun 2017 sampai dengan Juli 2018. Dan itu tidak dipaksakan oleh pihak sekolah,” tutur Djai. (Lugay/ND)***


Sekilas Info

Warga Keluhkan Kerusakan Jalan

LEBAK, (KB).- Masyarakat di Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, mengeluhkan kerusakan parah yang terjadi pada badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *