Jumat, 20 Juli 2018
GUBERNUR Banten, Wahidin Halim menyalami para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam acara silaturahim dan halal bihalal bersama MUI Banten, di Kantor MUI Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (10/7/2018).*

Dinginkan Suhu Politik Jelang Pemilu 2019

PARA pemuka agama dan tokoh masyarakat diminta, agar mengingatkan dan membimbing masyarakat untuk menciptakan suasana yang rukun dan damai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, KH AM Romly dalam silaturahim dan halal bihalal bersama Gubernur Banten, Wahidin Halim, di Kantor MUI Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (10/7/2018).

“Di tengah suhu politik yang semakin memanas, para tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya dapat mengingatkan dan membimbing masyarakat, agar tidak melakukan perbuatan tercela, sehingga merusak kerukunan dan kedamaian,” katanya dalam sambutan. Perbuatan tercela yang dimaksud, yaitu penyebaran berita palsu, kabar bohong (hoax) fitnah, ujaran kebencian, adu domba saling hujat, dan perseteruan.

“Kami patut bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Banten atas berlangsungnya pilkada serentak dengan lancar, aman, damai, dan sukses pada Rabu (27/6/2018) lalu,” ujarnya. Ia mengungkapkan, 2018 dan 2019 disebut sebagai tahun-tahun politik, karena diselenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak dan Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tahun depan yang tahapannya dimulai tahun ini.

Ia menuturkan, mencermati pelaksanaan pemilu para pemuka agama di Indonesia telah merumuskan pandangan dan sikap tentang pemerintahan yang sah hasil pemilu demokratis berdasarkan konstitusi. Dalam musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa yang diselenggarakan Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban Februari 2018 lalu di Jakarta, pemuka agama di Indonesia memandang, bahwa pemilu, adalah sarana konstitusional yang beretika, yakni jujur dan adil, untuk melahirkan pemerintahan yang sah sesuai kehendak rakyat.

“Oleh karena itu, segenap rakyat harus menerima, menghormati, dan mendukung pemerintahan,” tuturnya. Kemudian, ucap dia, pemuka agama di Indonesia berpesan kepada pemerintah hasil pemilu yang demokratis berdasarkan konstitusi, agar mengemban kepercayaan rakyat secara amanah dan bertanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia secara proporsional.

Ia meminta, agar masyarakat tidak menganggap pemilu sebagai peristiwa yang menyeramkan dan menakutkan, sehingga mengusik ketenangan hidup sehari-hari. “Sebaliknya masyarakat hendaknya dapat menyambut pemilu dengan suka cita dan mendatangi TPS-TPS pada waktunya nanti guna menentukan pemimpin yang dikehendaki serta tetap menjaga persaudaraan dan memelihara kerukunan, meskipun berbeda pilihan,” katanya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengajak para ulama dan tokoh masyarakat di Banten untuk senantiasa menjaga kerukunan serta kebersamaan, terlebih lagi menjelang tahun politik pada 2019 mendatang. “Para tokoh agama kiai untuk bersama-sama mendoakan demi keamanan Banten dan menjaga kesejukan serta mampu menciptakan suatu kondisi yang kondusif di masyarakat,” ujarnya. (Rifki)*


Sekilas Info

Pencopotan Pejabat Pemprov Banten, Fitron: Ada Sanksi yang Lebih Manusiawi

SERANG, (KB).- Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan meminta Gubernur Banten Wahidin Halim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *