Rabu, 12 Desember 2018

Dinas Perhubungan ”Impikan” Kantong Parkir

SERANG, (KB).- Keberadaan kantong-kantong parkir di Kota Serang sangat dibutuhkan. Selain akan menertibkan parkir liar, kantong parkir juga dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Kepala Dishub Kota Serang, Ahmad Mujimi mengatakan, selama ini pihaknya hanya mengelola parkir di tepi jalan dan kantong parkir di Kawasan Banten Lama, sedangkan untuk parkir di halaman toko atau kantor-kantor pemerintahan bukan merupakan kewenangannya.

“Kalau retribusi (satu pintu), kami bukan rencana, tetapi sebuah keinginan saja. Jadi, bukan hanya di tepi jalan umum, tapi ingin ada kantong-kantong parkir khusus yang dikelola Dishub. Jadi, jangan sampai semua mengelola,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (9/3/2018). Untuk parkir-parkir di halaman pertokoan atau perkantoran, menurut dia, dikelola pihak terkait dan masuk ke pajak daerah, sedangkan untuk yang dikelola Dishub, berupa retribusi, sehingga menurut dia, untuk bisa satu pintu harus terlebih dahulu dibuat payung hukum berupa Perda.

“Justru ini yang paling sulit. Saya sih inginnya punya lahan pemkot itu terus kami kelola, semua pusat parkir ada di satu tempat. Jadi, kami juga tidak terlalu banjir oleh pinggir jalan, karena sekarang sudah tidak nyaman lagi,” ujarnya. Ia menyadari, volume kendaraan di Kota Serang terus meningkat setiap tahunnya. Akibatnya bahu jalan dijadikan tempat parkir, sehingga terjadi kemacetan dan terlihat tidak tertib.

Menurut dia, Dishub tidak bisa berbuat banyak, karena pihaknya ditargetkan untuk mendapatkan pemasukan retribusi kepada pemerintah kota setiap tahunnya. “Dishub juga ada target untuk retribusi parkir, tapi risikonya kemacetan, tidak teratur, karena kadang-kadang teman-teman kami di lapangan ditarget tadi. Itu menurut saya juga sama lah kontradiktif. Di sisi lain kami harus tertib, tapi kami juga ada kewajiban untuk retribusi tadi,” ucapnya.

Sehingga, dia memimpikan adanya kantong parkir milik pemkot yang bisa menghasilkan retribusi dan membuat tertib parkir kendaraan. “Kalau saya inginnya, tempat-tempat, seperti di Pasar Lama di bangun, kemudian di bawahnya kawasan perparkiran milik pemerintah, kami kelola jadikan basement,” tuturnya.

Sementara, terkait tarif parkir, Dishub Kota Serang sudah menetapkan tarif parkir untuk roda dua sebesar Rp 1.000 dan untuk roda empat Rp 2.000. Namun, karena untuk honor pengelola belum terakomodasi Pemkot, sehingga mayoritas pengelola menaikkan tarif hingga dua kali lipat.

“Sementara, sampai sekarang juru parkir belum kami akomodasi dengan honor. Jadi, mereka di sisi lain harus setor ke Dishub, tapi mereka juga harus menghidupi keluarga. Kami dari pemerintah daerah belum bisa membayar sebanyak 450-an orang (tukang parkir) menggunakan APBD,” katanya. (Masykur/Job)***


Sekilas Info

MTQ Pelajar Ditutup, Para Juara Diminta Terus Belajar

SERANG, (KB).- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar tingkat Provinsi Banten II resmi ditutup. Kegiatan berlangsung selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *