Dimulai Setelah Tanggap Darurat, 21 Jembatan Rusak Akibat Banjir Segera Dibangun

LEBAK, (KB).- Pembangunan jembatan rusak dan terputus akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak akan mulai dilaksanakan setelah masa tanggap darurat bencana selesai.

Namun, pembangunan tidak dilakukan pada jembatan yang rusak atau terputus di kawasan mega proyek Waduk Karian.

“Total jembatan rusak akibat banjir dan longsor, ada 28 unit. Tapi, yang akan diperbaiki hanya 21 unit. Karena, sebagian jembatan yang berada di kawasan Waduk Karian tidak termasuk yang akan diperbaiki atau dibangun,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak, Mamah Suparman, Rabu (22/1/2020).

Ia menjelaskan, ke 21 unit jembatan yang akan dibangun berupa jembatan gantung dan rangka. Berdasarkan pendataan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor sebanyak 28 unit, tujuh unit jembatan berada di kawasan mega proyek Waduk Karian.

“Pembangunannya akan dilaksanakan setelah masa tanggap darurat selesai pada 28 Januari 2020,” katanya.

Baca Juga : 28 Jembatan di Kabupaten Lebak Rusak Akibat Banjir

Menurut dia, anggaran pembangunan jembatan sebanyak 21 unit bersumber dari dana sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bukaka, PT Wika dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sejumlah 28 jembatan itu, beberapa yang rusak berat, hanyut dan badan jembatan hilang.

“Kerugian pada jembatan sekitar Rp 56 miliar yang tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curugbitung, Cimarga dan Maja,” katanya.

Pihaknya menyambut gembira adanya CSR dari perusahaan yang siap membangun jembatan lagi sesuai dengan hasil pertemuan di Kantor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta.

Ia berharap, dengan dibangunnya jembatan itu akses transportasi warga kembali normal termasuk perekonomiannya.

“Karena, akses jembatan itu sangat penting sebagai penunjang perekonomian masyarakat,” katanya.

Sejumlah warga yang terdampar bencana menyambut positif adanya pembangunan jembatan kerangka baja setelah badan jalan jembatan terputus dilanda banjir bandang dan longsor. Jembatan kerangka baja itu, kata dia, dilintasi ribuan warga yang menghubungkan antar kecamatan sehingga dapat menopang perekonomian masyarakat.

“Kami merasa senang jika jembatan kerangka baja sepanjang 50 meter itu kembali dibangun setelah dilanda banjir bandang dan longsor,” kata salah seorang warga Desa Sajira Timur, Kecamatan Sajira. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here