Diminta Jalankan Football Development, Fahmi Kembali Nakhodai PSSI Banten

KETUA Asprov PSSI Banten, Fahmi Hakim (kedua kiri) berfoto bersama Sekjen PSSI, Ratu Tisha.*

SERANG, (KB).- Fahmi Hakim kembali menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten hingga 2022 mendatang. Hal itu dipastikan melalui Kongres Asprov PSSI Banten yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Serang, Sabtu (3/2/2018). Diketahui, pada Kongres tersebut Fahmi Hakim menjadi satu-satunya peserta bursa perebutan kursi pimpinan Asprov PSSI Banten. Oleh karena itu, Fahmi dipastikan menang secara aklamasi menjadi Ketua Asprov PSSI Banten.

Menanggapi hal tersebut, Fahmi berterima kasih atas kepercayaan dan amanat yang kembali diberikan kepadanya, baik dari Askot PSSI, Askab PSSI hingga klub-klub sepak bola di Banten. Amanah tersebut menjadi sebuah motivasi baginya untuk melangkah ke depan dan melakukan perbaikan. “Perbaikan itu baik diinternal Asprov PSSI Banten maupun di eksternalnya. Langkah pertama tentunya akan segera melakukan konsolidasi kepengurusan terlebih dahulu, yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing. Agar organisasi ini bisa lebih kuat dan mampu membawa aspirasi masyarakat sepak bola Banten,” ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan segera membuat program tahunan yang akan disejajarkan dengan program PSSI Pusat.
“Tentu kami akan sinergikan program pembinaan dan kompetisi sepak bola dari PSSI Pusat. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten, untuk membangun sepak bola Banten yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha yang turut hadir dalam Kongres tersebut mengatakan, hal utama dari pengembangan sepak bola yakni kompetisi di daerah. Ia berharap agar kompetisi sepak bola di daerah dapat menganut sistem football development, yakni pembinaan periodisasi. “Global development itu harus memiliki periodisasi, yakni pemain harus memiliki waktu untuk berlatih, lalu bertanding, berlatih lagi, kemudian bertanding lagi. Tidak boleh ada kompetisi yang dipadatkan, misal sebulan atau dua minggu kemudian selesai. Kompetisi harus dilaksanakan dalam waktu yang panjang,” ucapnya.

Ia menambahkan, Asprov PSSI bertugas untuk menjaga jenjang waktu kompetisi diusia dini, melalui Liga 3, Piala Soeratin U-17, U-15, dan U-13. Empat kompetisi tersebut sudah harus mulai digelar April mendatang, hingga berakhir pada November agar dapat masuk ke babak nasional. “Nah PSSI berharap agar timeline tersebut dipatuhi agar sistem football development itu berjalan. Jika lewat dari April, nanti kompetisi itu sulit berputar. Efeknya nanti Banten tidak bisa menyaingi daerah lain yang sudah menerapkan sistem itu,” tuturnya. (YA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here