Dilema Pemkab Lebak Atasi Pemudik Ditengah Covid-19

MUDIK atau pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga pada saat hari raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi. Setiap tahun, ribuan warga (pemudik) yang bekerja di kota-kota besar pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Namun, tahun ini niatan pulang kampung terpaksa tak bisa dilakukan. Karena, sebagai salah satu upaya pencegahan di tengah pandemi Covid-19, warga dianjurkan tak boleh pulang kampung alias mudik.

Namun disisi lain, pemerintah pusat mengizinkan kembali transportasi umum. Sehingga, bisa membuka kran pemudik masuk ke daerah. Hal itu tentu menjadikan dilema bagi pemerintah daerah.

“Warga atau pemudik, khususnya yang berada di zona merah tak boleh pulang kampung dulu. Karena kita tahu, pasien Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) mayoritas dari warga yang mudik,” kata Jubid Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah, Ahad (10/5/2020).

Ia menjelaskan, saat ini, PDP se-Lebak memang baru ada 18 orang dengan angka kematian 4 orang. Sedangkan ODP ada 510 dan yang masih dipantau ada 42 orang. Sementara OTG atau Orang Tanpa Gejala ada 41 orang. “Bisa dipastikan sebagian besar mereka adalah pemudik,” katanya.

Meski demikian, kata dia, dengan diizinkan kembali transportasi umum oleh pemerintah pusat. Daerah tidak bisa melakukan apa-apa. Asalkan ada proses skrining jelas selama ini diberlakukan.

“Itu keputusan pusat, apalah arti daerah, nggak bisa ngapa-ngapain. Kita cegah, cut nggak mungkin. Misalnya kereta ditutup nggak mungkin itu keputusan pusat,” katanya.

Makanya setiap hari, kata Firman, tidak ada yang bisa memastikan apakah yang datang ke Lebak bebas dari Corona. Apalagi, di sina ada stasiun Rangkasbitung yang menghubungkan zona merah Jakarta dan Tangerang melalui Commuter Line.

“Karena kalau di stasiun yang pulang mudik sudah discan dalam kondisi sehat. Cuma kita nggak pernah tahu dia tanpa gejala, tidak ada yang bisa memastikan dia sakit. Rapid test nggak bisa meyakinkan, dia negatif sekarang besok lusa bisa positif,” keluhnya.

Pada akhirnya. jika ada pemudik yang lolos ke kampung-kampung di Lebak seharusnya bisa melapor ke petugas RT, RW atau desa. Mereka nanti akan dipantau oleh gugus tugas di tingkat desa dan kecamatan. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here