Dilarang Parkir Sembarangan di Jalan Protokol Kota Serang, Pengendara Membandel

Petugas gabungan Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Polres Serang Kota dan Denpom III/4 Serang melakukan penertiban dan sosialisasi kepada pengendara yang parkir di bahu jalan protokol Kota Serang, beberapa waktu lalu.*

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Banten mengungkapkan, sejumlah pengendara tetap membandel memarkir kendaraan secara sembarangan di jalur jalan protokol Kota Serang. Padahal, Dishub Banten sudah mengeluarkan larangan dan mengancam akan memberikan sanksi.

Kepala bidang (Kabid) Lalu Lintas Provinsi Banten Sucipto mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pengendara untuk tidak parkir sembarangan di jalur protokol Kota Serang.

Sosialisasi dilakukan dengan memasang imbauan dan datang langsung kepada pengendara yang kedapatan parkir sembarangan. “Tidak boleh parkir di badan jalan, trotoar maupun di bahu jalan,” katanya, kemarin.

Kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan akan dikenakan sanksi oleh pihak kepolisian. Sanksi diberikan berupa penilangan. “Sekarang bisa kita lakukan hanya tilang. Nah tilang kemudian apakah bisa membawa efek jera? Terus kita juga pelajari jugakan gitu. Nyatanya sampai saat ini juga masih banyak yang tetap (parkir sembarangan),” ujarnya.

Karena itu, pihaknya sedang mengupayakan perda yang mengatur perhubungan di Banten. Perda ini selanjutnya diperkuat oleh pergub. Di dalamnya mengatur secara rinci sanksi yang diberikan. Rencananya sanksi yang masuk dalam pergub ini yaitu derek dan penggembokan.

“Harapanya itu perda penyelenggara perhubungan bisa tuntas tahun ini. Sehingga kita bisa action untuk kegiatan yang menjadi kewenangannya Dinas Perhubungan Provinsi Banten,” ucapnya.

Terkait lahan parkir yang minim di sepanjang jalur protokol Kota Serang, dia mengatakan, pihaknya telah memberikan kesempatan kepada pemiliki toko untuk menyediakan parkir sendiri. “Opsikan kita berikan ya artinya apakah nanti satu kawasan pusat perdagangan nyiapin parkir usaha, umpanya gitu,” tuturnya.

Ia menyadari penyediaan lahan parkir oleh pemilik toko membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, saat ini juga sudah ada pemilik toko yang memiliki lahan parkir sendiri.

Sekretaris Dishub Banten Herdi Jauhari membenarkan, pihaknya sedang mengupayakan agar pemprov memiliki perda tentang perhubungan. Perda ini kemudian akan ditindaklanjuti dengan pergub untuk memperkuat pemberian sanksi kepada kendaraan yang parkir sembarangan. “Sebenarnya sudah ada perda, tinggal direvisi aja. Ini menjadi inisiatif DPRD Banten,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here