Dikontrak Sejak Maret, Pegawai RSUD Kota Serang Belum Bisa Bekerja

Toyalis, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Sebanyak 120 pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) RSUD Kota Serang hingga kini belum mulai bekerja. Sebab, RSUD Kota Serang hingga kini belum beroperasi, karena masih menunggu pengisian pejabatnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis mengatakan, ratusan pegawai yang telah melakukan penandatanganan kontrak sejak Maret 2018 lalu tersebut juga belum mendapatkan gaji. Hal tersebut dikarenakan belum maksimalnya operasional RSUD Kota Serang serta belum adanya pejabat yang mengatur. “Kalau belum ada pejabat kan, belum bisa dikomandani. Jadi, mereka belum ada pekerjaan dan belum bisa digaji,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, pegawai non-ASN di RSUD Kota Serang tersebut sudah mulai bekerja paling tidak saat soft opening atau setelah pejabat RSUD dilantik. “Setelah soft opening bisa melakukan pekerjaan dan digaji. Kalau untuk saat ini, mereka sudah tanda tangan kontrak, namun belum bisa digaji, karena belum memiliki aktivitas pekerjaan,” tuturnya.

Ia menuturkan, belum beroperasinya RSUD Kota Serang hingga saat ini, karena pembangunan dilakukan secara bertahap dengan anggaran yang terbatas. Sehingga, target operasional RSUD yang direncanakan sebelumnya selalu mulur. “Kami hanya diberikan anggaran Rp 50 miliar, andai saja dikasih Rp 130 miliar, maka tidak akan ada yang kurang,” ucapnya.

Tahun ini, dia menjelaskan, masih ada beberapa yang belum terpenuhi, seperti ruang UGD, ruang operasi, dapur maupun ruang laundry. Selain itu, untuk pembelian obat juga harus melalui aplikasi e-Katalog. “Obat lagi dipesan, karena tahun ini dianggarkan. Beli obat juga kan harus menggunakan aplikasi e-Katalog, jadi semua Rumah sakit di Indonesaia rebutan ketika belanja harus pakai e-Katalog,” katanya.

Ia menuturkan, secara fisik baik sarana dan SDM sudah tersedia. Hanya tinggal penanggung jawab atau direktur yang belum ada untuk mengatur operasional RSUD. “Kalau saya berharap, yang penting diisi dulu pejabatnya, karena rumah sakit harus memiliki izin operasional dan yang mengurus itu pengelola atau direkturnya. Selain itu, dia juga berharap, RSUD dapat segera selesai, karena ini salah satu RPJMD yang diprioritaskan,” katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kota Serang, Tubagus Ridwan Akhmad meminta, agar RSUD Kota Serang yang sudah dibangun sejak 2017 lalu di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya segera beroperasi. Terlebih pembangunan tersebut telah rampung dan sudah dilengkapi alat kesehatan (alkes).

Selain itu, dia menuturkan, kontrak kerja dengan pegawai RSUD non-ASN juga mulai berlaku Kamis (1/3/2018). Para tenaga medis yang sudah berhenti di tempat kerjanya yang lama tentu menunggu kepastian dan kejelasan waktu pengoperasionalan RSUD. “Padahal, mereka rela mengabdi untuk Kota Serang, tapi belum ada kejelasan. Kami khawatir ini menjadi gaduh,” ujarnya. (TM)*

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here