Dikendalikan dari Lapas, BNN Provinsi Banten Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol. Tantan Sulistyana menunjukkan barang bukti ganja sebanyak 50 kilogram asal Aceh yang diselundupkan dalam keranjang berisi asam jawa saat ekspose di Kantor BNN Provinsi Banten, Jumat (21/2/2020).*

SERANG, (KB).- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten berhasil menggagalkan penyelundupan 50 kilogram ganja berasal dari Aceh di agen perjalanan bus di Kota Tangerang, Selasa (18/2/2020). Ganja tersebut diselundupkan dua kurir atas kendali warga binaan salah satu Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Banten.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol. Tantan Sulistyana mengatakan, dua kurir ganja yang diamankan berinisial MM (38) warga Jakarta Timur dan BA (23) warga Bekasi.

“Dua kurir ini diamankan saat akan mengambil barang (ganja) di agen perjalanan bus di Kota Tangerang pada hari Selasa 18 Februari kemarin,” katanya saat ekspose di Kantor BNNP Banten, Kota Serang, Jumat (21/2/2020).

Berdasarkan pengakuan kedua kurir, mereka menyelundupkan ganja atas pesanan napi yang sedang menjalani hukuman di salah satu lapas di Banten, inisialnya MF (36) dan ND (29) yang juga terlibat kasus narkotika.

“Dua tersangka kurir diperintahkan oleh warga binaan menggunakan alat komunikasi. Rencananya ganja akan dibawa dan diedarkan di wilayah Banten dan Jakarta,” ujarnya.

Terungkapnya upaya penyelundupan ganja setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Guna mengelabui petugas, pelaku tutup ganja dengan buah asam jawa.

“Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman barang berupa 4 buah keranjang paket ganja yang disamarkan atau ditutupi buah asem jawa dari Aceh ke wilayah Banten melalui pengiriman Bus PO PM ke Kota Tangerang,” ucapnya.

Ganja dibungkus menjadi 50 paket ganja yang dibawa menggunakan keranjang kemudian ditutup dengan buah asam jawa. Rencananya ganja tersebut akan diedarkan di wilayah Banten.

“Paket 50 ganja dibawa menggunakan empat keranjang ditutup dengan buah asam jawa, dan dibawa menggunakan bus,” tuturnya.

BNN Provinsi Banten membawa kedua pelaku dan barang bukti serta pelaku ke kantor BNNP Banten untuk proses selanjutnya.

Selain ganja, BNNP Banten juga turut mengamankan barang bukti lain berupa satu unit mobil Toyota Calya warna abu-abu dengan Nopol B 2502 PKC, satu lembar STNK Calya dua Kartu ATM BCA, satu buku rekening BCA dan dua kartu tanda penduduk (KTP).

BNN masih akan melakukan pengembangan untuk menangkap pengirim barang di Aceh. Dari pengungkapan ganja seberat 50 kilogram, BNN menyebut dapat menyelamatkan dua juta generasi penerus bangsa.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling berat hukuman mati. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here