Rabu, 26 September 2018

Dihargai di Atas HPP, Bulog tak Bisa Beli Beras Petani

Perum Bulog Sub Divre Serang mengatakan, tidak dapat membeli gabah atau beras petani lokal di Kabupaten Serang, jika harganya tidak sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Saat ini, menurut Bulog, harga gabah atau beras petani masih di atas HPP.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Serang, Fansuri Perbatasari mengatakan, Bulog siap membeli gabah petani di Kabupaten Serang dan memang Bulog ditugaskan pemerintah untuk melakukan penyerapan sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2015. ”Ada tugas bulog di situ, kami siap, hanya sekarang harganya masih di atas inpres atau HPP. Harganya masih jauh di atas inpres,” katanya, Jumat (9/2/2018).

Ia menjelaskan, di dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015, gabah panen harganya Rp 3.700 per kilogram, gabah kering giling sampai di depan pintu gudang Bulog Rp 4.650 per kilogram, beras sampai di depan pintu gudang dibeli Rp 7.300 per kilogram. ”Itu dengan kualitas standarnya masing-masing, untuk gabah panen, kadar air maksimal 25 persen butir hampa 10 persen.

Kemudian gabah kering giling itu persyaratannya masuk sesuai dengan inpres kadar air 14 persen, butir hampanya 3 persen, dan beras yang masuk ke kami kadar airnya 14 persen, broken-nya atau butir patah maksimum 20 persen dan kadar menirnya 2 persen. Itu inpres yang berbunyi, bukan dari Bulog-nya,” ujarnya.

Meski harga saat ini masih di atas HPP, menurut dia, nanti Bulog biasanya dapat menyerap gabah atau beras petani saat panen raya. ”Tidak sulit sebenarnya, pada saat nanti panen raya kan barang banyak, harga akan turun, mekanisme ekonomi berjalan, dan Bulog masuk di situ,” ucapnya. (Yomanti)***


Sekilas Info

Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Banten, Tiga Daerah Paling Rawan 

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Dari hasil penelitian Bawaslu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *