Digusur Buat Jalan Raya, Warga Karang Sari Minta Direlokasi

    TANGERANG, (KB).- Warga di Lingkungan RT02/RW09, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menanti solusi dari pemerintah setempat terkait rencana pembangunan jalan baru disisi saluran irigasi Kampung Sukamandi yang akan menggusur sejumlah rumah warga.

    Sedikitnya 150 KK yang mendiami kampung tersebut cemas, karena rumahnya akan digusur oleh Pemkot Tangerang. Warga mengatakan, sudah mendiami lahan milik negara tersebut, sedikitnya selama 45 tahun. Untuk itu, sejumlah warga juga menyuarakan aspirasinya lewat spanduk terkait pengosongan lahan.

    Dalam spanduk yang telah dipasang di beberapa titik tersebut, warga ingin dimanusiakan. Maksudnya, warga ingin meminta kejelasan kepada Pemerintah Kota Tangerang terkait pengosongan lahan yang ditempatinya.

    “Wahai bapak wali kota dengarkan suara kami. Kami punya KTP, KK, RT, dan RW, serta lurah dan camat kami cinta ‘Kota Tangerang’ gunakan akhlakmu, jangan gunakan kekerasanmu. Beri kami solusi,” bunyi salah satu spanduk yang terpampang di Jembatan Kampung Sukamandi 1.

    Berdasarkan penelurusan di lokasi, problem tersebut, berawal dari rencana Pemerintah Kota Tangerang yang ingin membangun jalan, untuk menghubungkan wilayah Neglasari dengan wilayah Benda. Pelaksanaan proyek jalan tersebut, telah berlangsung. Sekitar 300 meter wilayah Kampung Sukamandi sudah disulap menjadi jalan yang belum sepenuhnya jadi.

    Namun, belakangan ini, proyek tersebut, tersendat. Warga menolak rumahnya digusur, karena belum menemukan titik terang mengenai solusi relokasi. Sejumlah warga menyebutkan, alasan penolakan tersebut, didasari, karena warga telah menempati lahan tersebut, sejak 50 tahun yang lalu, meskipun lahannya milik pemerintah.

    “Kami menolak pengosongan lahan. Kami sudah tinggal puluhan tahun di sini. Saya sendiri sudah 40 tahun tinggal di sini,” kata Inin, warga Kampung Sukamandi.

    Padahal, pemerintah telah melayangkan surat perintah pengosongan lahan, untuk ke-tiga kalinya dan tinggal tahap eksekusi yang akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang. Tetapi, berdasarkan pantauan pada hari ini (kemarin), belum ada tanda-tanda petugas yang akan mengosongkan lahan tersebut.

    Camat Neglasari, Ubaidillah Anshar membenarkan, bahwa pihaknya telah melayangkan surat perintah yang ketiga terkait pengosongan lahan. “Sudah (dikirim) PU (Dinas PUPR) itu. Kami siap back-up melalui Satpol PP Kota Tangerang,” ucapnya.

    Ia menambahkan, bahwa dengan rencana penggusuran tesebut, proyek jalan akan tetap berlanjut dan warga yang terdampak juga akan direlokasi ke Rusunawa Jatiuwung. “Lanjut terus termasuk di belakang Airnav. Kata Dinas Perkim yang benar-benar tidak mampu mau ditampung di rusunawa,” ujarnya.

    Sementara, menurut Ketua Forum Warga Sisi Saluran Induk Cisadane Timur (FWSICT), Samino, warga akan tetap bersikeras, untuk mempertahankan lahan yang ditempatinya tersebut.

    Ia mengatakan, seyogyanya warga akan menerima pengosongan lahan jika 109 KK yang terdampak diberikan solusi. Adapun solusi yang warga inginkan, yakni relokasi ke rumah susun yang baru dan ditempatkan dalam satu area yang sama.

    “Karena, warga tidak mau dipisah-pisah, agar hubungan tali silaturahim antarwarga yang tergusur baik, hubungan sosial di antara mereka baik dan terpelihara sama, seperti pada saat mereka sebelum akan tergusur,” tuturnya. (DA)*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here