Digugurkan Dari Pemilihan BPD, Warga RW 05 Desa Gabus Keluhkan Panitia

SERANG, (KB).- Warga RW 05 Desa Gabus Kecamatan Kopo mengeluhkan penyelenggaraan pemilihan anggota Badan Permusyarawan Desa (BPD) yang dilakukan di wilayahnya. Hal itu dikarenakan salah satu calon anggota yakni Syamsudin yang seharusnya terpilih malah digugurkan panitia.

Warga RW 05 Desa Gabus Hidayat mengatakan, pemilihan dan pengisian keanggotaan BPD di Desa Gabus telah melalui tahapan dan sesuai dengan Perbup 94 tahun 2015. Namun kemudian ia menilai ada tahapan yang dilanggar oleh panitia pemilihan.

Pertama kata dia, seharusnya sebelum menjadi bakal calon, seharusnya ada mekanisme verifikasi data yang dilakukan. Namun hal ini tidak dilaksanakan. Namun dari bakal calon langsung ditetapkan menjadi calon dan lanjut ke tahapan pemilihan. “Tanpa memverifikasi berkasnya,” ujarnya kepada Kabar Banten saat mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Selasa (12/11/2019).

Ia mengatakan, setelah terjadi pemilihan, dan ada pemenang suara terbanyak 1,2 dan 3, berkas tersebut dibawa ke kecamatan. Akan tetapi setelah dikoreksi oleh pihak kecamatan, ternyata suara terbanyak pertama tidak memenuhi syarat sebagai calon anggota BPD terpilih. “Karena domisil dia yang seharusnya 6 tahun di aturan, dia baru 2 tahun,” katanya.

Sesuai ketentuan dalam perbup 94 tersebut, kata dia, jika pemenang pertama tidak memenuhi syarat, maka otomatis suara kedua yang naik. Akan tetapi ternyata suara kedua dihambat dan dihilangkan semuanya seolah tidak ada pemilihan di RW tersebut. “Dianggap tidak ada pemilihan, padahal kita ada hak negara. Kitas sudah ada kegiatan, sudah keluarkan cost, pikiran kok tiba tiba dihilangkan haknya,” tuturnya.

Ia mengatakan, akhirnya dari 9 anggota BPD yang harusnya dimasukan hanya 7 orang yang ditetapkan. “Jadi Cuma dari RW 05 dan 01 yang enggak ada perwakilannya. Kalau RW lain musyawarah mufakat kalau kita ada tahapan pemilihan,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah mengadukan masalah tersebut ke kecamatan, desa dan minta konfirmasi ke panitia. Akan tetapi tidak dindahkan dan ia langsung ke kecamatan minta arahan lalu diarahkan ke DPMD. “Tapi masih sulit juga, kalau gini saja kita mau demo di desa,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Pemerinta Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Heni Suhaeri mengatakan, syarat untuk menjadi calon anggota BPD seperti tertuang dalam Perda nomor 9 Tahun 2016 tentang BPD pasal 3 yakni pertama bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Kedua memegang teguh dan mengamalkan pancasila, melaksanakan UUD 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan NKRI dan bhineka tunggal ika.

Ketiga, berusia paling rendah 25 tahun dan paling tinggi 56 tahun. Keempat berpendidikan paling rendah tamat SMP. Kelima bukan kepala desa, perangkat pemdes dan pengurus lembaga kemasyarakatan desa. Keenam bersedia dicalonkan jadi anggota BPD. Ketujuh wakil penduduk desa yang dipilih demokratis. Kedelapan terdaftar sebagai penduduk desa yang dibuktikan dengan KTP atau KK. Serta kesembilan sudah menetap di desa bersangkutan minimal 6 tahun.

Kepala Seksi Fasilitasi Kelembagaan dan Kerjasama Desa pada DPMD Kabupaten Serang Yogiana Saputra Atmaja mengatakan untuk kasus ini menurut dia ada miskomunikasi antara panitia desa dan masyarakat. “Harusnya syarat disosialisasikan. Jadi ada kelalaian di desa panitianya. Solusinya harus difasilitasi di kecamatan karena verifikasi akhir ada di kecamatan untuk BPD ini,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak panitia pemilihan BPD Desa Gabus belum bisa dikonfirmasi. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here