Digugat Pengembang Rp4 Miliar, Puluhan Warga Mutiara Garuda Gelar Aksi Dukungan ke PN

TANGERANG, (KB).- Puluhan warga Perumahan Komplek Mutiara Garuda Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi dukungan moral di depan gedung Pengadilan Negeri kelas 1 A Tangerang, Senin (29/6/2020).

Aksi tersebut digelar lantaran mendukung ke-empat tokoh masyarakatnya yang digugat pengembang PT Indoglobal Adyapratama ke PN kelas 1 A Tangerang, karena menutup jalan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dinilai merugikan perputaran ekonomi di dalam Perumahan Komplek Mutiara Garuda.

Sukma Wijaya selaku tokoh masyarakat mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran warga menilai gugatan yang dilayangkan pengembang itu tidaklah masuk akal dengan menggugat dan meminta ganti rugi sebesar Rp4 milyar untuk mengganti kerugian selama jalan tersebut ditutup.

“Padahal, selain jalan utama Perumahan Komplek Mutiara Garuda yang sempat ditutup, terdapat juga jalan alternatif lain yang bisa dilalui,” katanya.

Namun pengembang perumahan PT. Indoglobal Adyapratama tidak terima dengan dalih penutupan jalan tersebut merugikan perputaran ekonomi yang ada di dalam perumahan.

Sukma menjelaskan, ditutupnya akses jalan tersebut itu merupakan kesepakatan bersama dalam rangka mencegah penularan wabah covid-19 serta untuk mensukseskan program pemerintah dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, pihak pengembang tidak menerima dan bahkan menggugat dengan meminta ganti rugi sebesar Rp4 milyar.

“Menurut kami itu tidak masuk akal, untuk itu kami berharap pihak pengembang dapat mencabut berkas gugatannya dari PN Tangerang dan menghentikannya,” tandasnya.

Pasalnya, terang Sukma, sebelum warga menutup jalan pada tanggal 5 April 2020, warga sudah musyawarah dengan pengembang yang dihadiri oleh unsur muspika pada tanggal 2 April 2020. Namun, pada 9 April 2020, pengembang minta agar jalan tersebut dibuka.

Kendati pada tanggal 11 April dan 13 April pengembang mensomasi warga yang ditujukan kepada empat orang warga yakni dua ketua Rukun Warga (RW), ketua pondok rumah (porum) dan sekretaris porum di komplek perumahan tersebut dan digugat secara materiil ke Pengadilan Negeri Tangerang, sebesar Rp 4 miliar. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here