Sabtu, 17 November 2018
Setelah menabrak mobil Grandmax, angkutan umum jenis PS dengan nomor polisi A 7736 K , jurusan Cibaliung-Serang terperosok ke persawahan milik warga di Jalan AMD Lintas Timur tepatnya di Kampung Jajawai, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kamis (16/11/2017) sekitar pukul 11.30.*

Diduga Ugal-ugalan, Mobil PS Terperosok ke Sawah

PANDEGLANG, (KB).- Diduga akibat ugal-ugalan hingga kehilangan kendali, angkutan umum mini bus jenis PS jurusan Cibaliung- Serang bernomor polisi A 7736 K, terperosok masuk area persawahan di Jalan AMD Lintas Timur tepatnya di Kampung Jajawai, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kamis (16/11/2017) sekitar pukul 11.30. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Namun sebelum terperosok ke sawah milik warga, mobil PS tersebut sempat menghantam mobil pikap Grandmax Nopol B 9591 SAF. Sementara itu, para penumpang dalam angkutan umum termasuk sopir PS dan Grand Max hanya mengalami luka ringan. Sedangkan kernet PS mengalami luka serius dibagian tangan, hingga akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Salah seorang saksi kejadian, Sahuri (32) mengatakan, siang hari kejadian itu angkutan umum jenis PS itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Labuan menuju Serang. Padahal mobil tersebut sedang mengangkut penumpang. Namun, saat tiba di Jalan AMD Kadomas, mobil itu berusaha untuk menyalip kendaraan yang berada didepannya. Dalam waktu hampir bersamaan, dari arah berlawanan datang mobil pikap. Aksi tabrakanpun tidak dapat dihindarkan, sehingga mobil PS yang dikemudikan Andi kehilangan kendali. Akibatnya, mobil PS tersebut terperosok masuk persawahan warga.

”Tabrakannya cukup keras, karena keadaan mobil yang saya tumpangi kecepatannya cukup tinggi. Itu buktinya sampai mobil Grandmax juga tergusur hingga keduanya masuk persawahan. Alhamdulillah, saya tidak kenapa-kenapa, padahal muatan mobil juga banyak. Cuma tadi ada anak kecil saja yang luka dibagian mukanya dan berdarah. Tapi langsung naik kendaraan lain melanjutkan perjalanan. Saya melihat kernet PS itu mengalami luka cukup parah,” kata Sahuri.

Sementara itu sopir mobil pikap Granmax, Bambang Hertanto (28) warga Bekasi mengungkapkan, saat itu dia melajukan kendaraannya dari arah Serang hendak menuju Mandalawangi. Kondisi kecepatannya juga rendah. Tiba-tiba, kata dia, dari kejauhan melihat mobil mini bus tersebut berusaha mendahului mobil lain. Diduga karena tidak mampu menyalip, akhirnya menabrak mobilnya hingga ikut keseret ke sawah. ”Padahal saya sudah bunyikan tanda klakson, saya sudah ngerem, kayanya mobil itu remnya blong. Ya sudah akhirnya mobil saya ikut terseret ke sawah. Sopirnya juga mengakui sudah menginjak rem tapi tidak bisa berhenti,” tuturnya.

Sementara sopir mini bus, Andi Suhandi (32) berkilah dirinya membawa mobilnya secara ugal-ugalan. Dia hanya beralasan, mobilnya kabur gas, meski sudah direm tidak berhenti. Akhirnya kehilangan kendali hingga menghantam mobil Grandmax. ”Kalau rem dalam kondisi normal, cuma kabur gas. Waktu itu memang saya mau nyalip beberapa kendaraan di depan, tiba-tiba ada mobil di depan dan akhirnya hilang kendali,” tuturnya.

Kanit Lakalantas Polsek Kota Pandeglang, Ipda Carli Wahyudi membenarkan kejadian tersebut. Meski begitu, kecelakaan tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Saat ini, pihaknya masih mendalami penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. ”Sementara ini memang dalam pengakuan sopir mini bus akibat kabur gas. Tetapi kami akan tetap menyelidiki lebih lanjut kecelakaan tersebut. Ya, untuk sementara saya sudah periksa sopir mini bus PS tidak bisa menunjukkan SIM-nya. Kalau pengemudi Grandmax memiliki SIM,” ucapnya. (IF)***


Sekilas Info

Pemilih Pemula Perempuan Diberikan Pendidikan Politik

PANDEGLANG, (KB).- Pemilih pemula perempuan diberikan pendidikan politik dalam kegiatan “Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula Perempuan”, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *