Diduga Terlibat Transaksi Narkoba, Oknum Kades Diciduk Polisi

SERANG, (KB).- Seorang oknum kepala desa di Kabupaten Serang harus berurusan dengan polisi. Ia, tertangkap basah saat diduga melakukan transaksi narkoba di pinggir jalan di daerah Kelurahan Penancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Informasi yang dihimpun, oknum kades berinisial D (34) itu diciduk polisi pada Jumat (18/1/2019) sore hari. Dari keterangan polisi, D memiliki jabatan sebagai Kepala Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

“Ya, betul. Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang oknum kepala desa yang diduga melakukan tindak pidana peredaran narkoba,” kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Thelly Iskandar Muda membenarkan saat dikonfirmasi Kabar Banten, Minggu (20/1/2019).

Selain mengamankan oknum kepala desa, polisi juga ikut menciduk dua orang lainnya dalam kasus tersebut. Salah satunya, diketahui merupakan seorang pengusaha berinisial F (31).

Ketiganya ini ditangkap lantaran diduga telah melakukan transaksi narkoba jenis sabu. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu paket klip bening berisikan sabu-sabu yang bungkus dalam kemasan cokelat chocolatos.

Meskipun demikian, penyidik belum mau memberikan informasi secara rinci terkait penangkapan oknum kepala desa itu. Sebab, polisi baru akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status ketiga orang yang diduga terlibat kasus peredaran narkoba tersebut.

“Kami belum bisa memastikan kasus tersebut, karena yang bersangkutan belum kami tetapkan sebagai tersangka. Sementara ini, yang bersangkutan masih kami amankan. Nanti setelah gelar perkara, baru kami bisa pastikan statusnya seperti apa,” ujar Thelly.

Jika polisi resmi menyematkan status tersangkat terhadap ketiganya, mereka terancam dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) lebih sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda di atas Rp 10 miliar. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here