Diduga tak Dirawat, Shelter Bus Trans Mandiri Cilegon Rusak

Plafon Shelter Bus Trans Cilegon di Terminal Seruni tampak jebol.*

CILEGON, (KB).- Shelter Bus Trans Mandiri Cilegon di Terminal Seruni, Cibeber serta di sejumlah titik lain sepanjang Jalan Aat Rusli (JAR), dalam kondisi rusak.

Diduga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon tidak merawat bangunan yang menelan anggaran mencapai Rp 1,57 miliar tersebut.

Pantauan Kabar Banten, plafon shelter di Terminal Seruni mengalami kerusakan yang cukup berat. Selain itu, pintu otomatis kanan dan kiri selter tidak dapat tertutup rapat.

Udin seorang pedagang di Terminal Seruni mengatakan, kerusakan di shelter Terminal Seruni baru terlihat beberapa bulan terakhir. Ia mengatakan, jika Dishub Kota Cilegon belum terlihat melakukan perbaikan.

“Wah, rusak tuh atapnya. Belum diperbaiki,” katanya saat ditemui di terminal tersebut, Jumat (7/2/2020).

Menurut dia, jumlah penumpang yang naik Bus Trans Mandiri Cilegon hampir tidak pernah ada. Ia mendapat kabar jika bus tersebut, biasa mendapatkan penumpang di JAR, itu juga sedikit.

“Kalau penuh dari sini, pasti dicarter anak-anak TK. Kalau penumpang asli, hampir jarang ada kalau naik dari terminal ini,” ujarnya.

Kondisi sama tidak jauh berbeda dengan selter di JAR PCI Cibeber. Pintu shelter tidak bisa terbuka, kondisi lantai shelter juga kotor tidak terawat.

“Penumpangnya sedikit mas, beredarnya juga jarang,” ucap Suparman, seorang pedagang di JAR.

Ia cukup aneh dengan lintasan bus pelat merah yang menghubungkan JAR PCI dan JAR Ciwandan. Sebab, menurut dia, track tersebut digunakan para pengguna kendaraan pribadi dan motor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Uteng Dedi Supandi tidak bisa dimintai komentar.

Ia tidak menjawab telepon seluler, bahkan enggan menemui wartawan saat ditemui di kantornya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here