Diduga Korupsi Dana Desa, Pjs Kades Senangsari Ditahan

PANDEGLANG, (KB).- Kejaksaan Negeri Pandeglang menahan oknum Pjs Kades Senangsari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Selasa (2/6/2020). Penahanan tersebut dilakukan karena oknum Pjs Kades tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) dengan kegiatan fiktif.

Kasi Pidsus Kejari Pandeglang Ario Wicaksono menuturkan, proses penahanan terhadap tersangka karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi senilai ratusan juta rupiah. Penahanan tersebut telah melalui prosedur penyidikan sesuai laporan dari masyarakat, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara.

”Jadi, kita mendapatkan laporan dari masyarakat dan sudah kita periksa tersangkanya. Hari ini kita lakukan penahanan terhadap tersangka AR, terkait dengan penanganan anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD).

Sementara kasus dilakukan tersangka terjadi sekitar tahun 2017. Dalam kasus itu kerugian yang dihitung oleh pihak BPKP sekitar Rp 570 juta. Tersangka bisa dikenakan Pasal 2 UU Tipikor subsider Pasal 3 UU Tipikor,” kata Ario saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut dia, hukuman untuk pelaku tindak pidana korupsi tersebut dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

”Ancamannya untuk pasal 2 itu selama 20 tahun. Untuk pasal 3 maksimal 15 tahun. Jadi, yang bersangkutan ini menjabat sebagai Pjs Kepala Desa Senangsari Kecamatan Pagelaran,” ujar Kasi Pidsus.

Menurut Ario, penahanan tersebut akan dilakukan selama 20 hari ke depan, sebelum kasus tersebut dilimpahkan ke pengadilan. Namun demikian, pihaknya masih bisa melakukan perpanjangan penahanannya.

”Untuk penahanan saat ini selama 20 hari ke depan. Kita juga sudah siapkan untuk melimpahkan berkas ke pengadilan atau kita bisa melanjutkan perpanjangan penahanan,” ucapnya.

Proses penahanan tersebut termasuk ke dalam kasus tindak pidana korupsi, karena terdapat beberapa kegiatan fiktif yang dilakukan oknum Pjs Kades yang mengakibatkan kerugian negara yang cukup besar.

”Kerugian negara itu akibat tidak direalisasikan untuk kegiatan fisik,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here