Diduga Konsumsi Narkoba, Nasib Tiga ASN di Ujung Tanduk

CILEGON, (KB).- Tiga oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, SF, HN, dan NH nasibnya di ujung tanduk, setelah tertangkap tangan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten saat mengonsumsi sabu-sabu. Kini, ketiganya selain terancam sanksi kepegawaian, juga terancam hukuman pidana. Karena, pihak Badan Petimbangan Jabatan (Baperjakat) Pemkot Cilegon dan BNNP Banten sedang memproses pelanggaran yang dilakukan ketiganya.

Diketahui sebelumnya, pihak BNN Kota (BNNK) Cilegon melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga ASN di Kantor Kecamatan Pulomerak, Selasa (29/8/2017) lalu. Mereka, adalah SF, HN, dan NH, ketiganya kedapatan sedang mengonsumsi sabu-sabu di Gudang Kantor Kecamatan Pulomerak. “Mereka kami pergoki sedang menyabu. Berawal dari laporan warga, kemudian kami datangi TKP (tempat kejadian perkara). Setelah kami intai 30 menit, kemudian kami gerebek,” kata Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP Asep Muchsin Jaelani, saat ditemui di ruang kerja, Rabu (6/9/2017).

Selain ketiga ASN tersebut, pihaknya kini sedang mengejar kurir sabu atas kasus yang sama berinisial UM. Menurut informasi, UM kini sedang bersembunyi di rumah kerabat di Jawa Barat. “Tampaknya UM ini bagian dari jaringan pengedar dari Lampung. Kami sudah mencoba mencarinya, namun informasinya yang bersangkutan kabur ke Cianjur,” ujarnya. Pada dasarnya, ucap dia, ketiga ASN tersebut masuk kategori pengguna, sehingga hanya perlu direhabilitasi. Sayangnya, pada alat bukti terdapat sabu yang memberatkan ketiga oknum tersebut. “Andaikan tidak ditemukan sabu saat penangkapan, barangkali hanya perlu direhab. Tapi, ketika itu petugas mendapati sabu di alat isap. Itu cukup memberatkan mereka,” ucapnya.

Saat ini, kasus ketiga ASN sedang diproses pihak BNN Provinsi (BNNP) Banten. Penyidik BNNP Banten tampaknya telah selesai memproses berkas ketiga oknum tersebut. “Informasinya, siap dilimpahkan ke Kejari Cilegon,” tuturnya. Harapan dia, ketiga ASN tersebut lolos dari jeratan pidana. Sebab, menurut dia, SF, HN, dan NH merupakan korban peredaran narkoba di Pulomerak. “Bagi kami, mereka bukan pelaku, melainkan korban. Karena itulah harapan kami mereka hanya perlu direhab. Kemudian, status ASN mereka tidak sampai dihilangkan. Sebab, kasihan keluarga mereka jika ketiganya sampai dipecat secara tidak hormat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Cilegon, Sari Suryati menuturkan, belum mengambil keputusan terkait ketiga oknum ASN. Selain menunggu perkembangan hukum, dia belum merapatkan dengan Tim Baperjakat. “Untuk memutuskan mereka, harus melalui mekanisme. Barangkali perlu dirapatkan dulu di Baperjakat. Itu belum saya lakukan,” ujarnya yang juga Ketua Baperjakat Pemkot Cilegon. Senada dengan Asep, dia berharap, ketiga oknum lolos dari jeratan hukum. “Kalau hanya perlu direhab dan dibina, kenapa tidak,” tuturnya. (Sigit/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here