Diduga Keracunan Mi Instan, Puluhan Murid SD Dilarikan ke Puskesmas

Dua orang siswa kelas 4 SDN Ciruas 2, Azam dan David saat menjalani perawatan di Puskesmas Ciruas, Kecamatan Ciruas, Senin (16/9/2019).*

MURID Sekolah Dasar Negeri 2 Ciruas ramai-ramai dilarikan ke Puskesmas Ciruas, Senin (16/9/2019). Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi mi goreng.
Sedikitnya 24 murid SD kelas 4 tersebut mengalami pusing hingga muntah-muntah saat jam istirahat di salah satu kantin sekolahnya.

Seorang murid Azam mengatakan, tiba tiba perutnya terasa mual setelah makan mi instan di kantin sekolah. “Makan mi goreng pas istirahat sekolah tadi, terus pusing, muntah-muntah,” ujarnya kepada Kabar Banten, saat ditemui di ruang perawatan Puskesmas Ciruas, Selasa (16/9/2019).

Murid lainnya David mengatakan hal serupa. Ia bahkan makan mi tersebut dua kali, pagi sebelum masuk kelas dan saat jam istirahat. Saat pagi hari, tidak ada reaksi sama sekali. Baru kemudian sehabis jam istirahat ia merasakan pusing dan muntah-muntah. “Barengan (sama teman-teman) di dalam, bukan di luar (kantin). Sama, semuanya sakit. Awalnya pusing, terus mual muntah,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian diketahui pihak guru. Mereka pun kemudian dilarikan ke Puskesmas Ciruas untuk dilakukan penanganan medis. Nenek David Salminah mengatakan, cucunya bersama seorang temannya Azam merupakan korban terparah. Mereka bahkan sampai harus diberikan oksigen karena terlalu lemas.

Dirinya sempat menangis saat cucunya mendapatkan perawatan. Sebab sudah banyak orang berkumpul di ruangan mengerubuti David. “Pas sampai sini sudah dibawa orang banyak. Dia muntah muntah, saya sampai nangis. Takut enggak ada umur dianya,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Ciruas Ari Widodo mengatakan, kronologi kejadian belum begitu jelas. Sebab dalam hal ini pihaknya hanya menangani urusan medis. “Jadi tadi sekitar jam 09.30 ada 24 anak kelas 4 SDN Ciruas 2 yang dibawa ke sini inisiatif gurunya,” ujarnya.

Ari menjelaskan, dari 24 anak tersebut, dua di antaranya harus dirawat. Sedangkan 22 anak lainnya sudah diperbolehkan pulang. “Tapi kami berpesan ke orang tua belum aman masih observasi. Jadi kalau nanti pulang terus mencret dan muntah bawa ke sini. Kalau yang dua kami anjurkan dirawat,” tuturnya.

Disinggung soal penyebab keracunan, mantan Kepala Puskesmas Cikeusal tersebut mengatakan diduga karena jajanan. “Namanya anak SD ada yang bilang makan mi, ada yang bilang sosis goreng dan lainnya. Rata-rata sih bilangnya mi,” ucapnya.

Saat ini pihaknya sudah mengambil sampel muntahan dan makanan di kantin sekolah tersebut. Kemudian sampel itu sudah dibawa ke Labkesda. Namun, belum bisa dipastikan kapan hasil lab itu keluar. “Terus tadi diminta juga sama Kapolsek untuk barang bukti. hasil lab bisa cepat bisa lama, tergantung di Labkesda nya,” katanya.

Ari menuturkan, peristiwa ini adalah kali pertama terjadi di sekolah tersebut. Padahal sekitar 2 bulan lalu pihaknya juga sudah sempat melakukan pemeriksaan jajanan di sekolah. “Namanya makanan, dibuat harian kan,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here