Selasa, 20 Februari 2018

Diduga Jual Traktor Tangan, Ketua Kelompok Tani Sari Madu Terancam Dilaporkan

PANDEGLANG, (KB).- Para pengurus dan anggota Kelompok tani (Poktan) Sari Madu, Kampung Simpang Masjid, Desa Kubangkampil, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang mengancam untuk melaporkan Ketua Koptan, Sarim, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang. Sesuai rencana, para pengurus Poktan melaporkan dugaan penjualan satu unit hand tractor atau traktor tangan bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemen PDTT) ke Kejari, Selasa (7/11/2017).

Bendahara Poktan Sari Madu, Sarkam membenarkan ada dugaan satu unit traktor tangan bantuan dari Kemende PDTT dijual oleh ketua kelompok. Bantuan traktor tersebut dari Kementerian pada tahun anggaran 2012. Sebab, dari total tiga unit traktor bantuan Kementerian, sekarang hanya tinggal dua unit. “Ya, satu unit lagi tidak diketahui keberadaannya, dan traktor itu disimpan di rumah ketua kelompok,” kata Sarkam.

Selain dugaan penjualan traktor, para pengurus juga mengadukan dugaan pemalsuan tanda tangan anggota Koptan oleh ketua kelompok. Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan itu terungkap setelah anggota mengaku tidak pernah menandatangani dalam proses pengajuan bantuan. Untuk itu, para pengurus dan anggota Poktan bersepakat untuk melaporkan Ketua Poktan ke Kejari dan aparat kepolisian Pandeglang.

Pihaknya mengaku selama ini pernah melihat keberadaan traktor, karena tiga unit alat pertanian itu disimpan di rumah ketua kelompok. “Sekarang, memang hanya tinggal dua unit traktor. Kami menduga yang satu unit itu dijual oleh ketua. Untuk itu, kami melaporkan masalah itu ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan kuat penjualan traktor juga terungkap saat para anggota kelompok mau meminjam alat itu ke ketua, namun tidak pernah dikabulkan. Padahal menurutnya, bantuan tersebut diperuntukkan untuk anggota kelompok dan juga para petani. “Kami mau meminjam traktor itu, bukan main susahnya. Padahal kami anggota kelompok. Sebetulnya kejadian ini sudah tiga kali di musyawarahkan, tetapi tidak menemukan solusi,” tuturnya.

Selain itu, para anggota dan pengurus tidak pernah dilibatkan dalam pengajuan bantuan. Tetapi praktiknya ada tanda tangan anggota yang dipalsukan. “Tanda tangan kami juga dipalsukan, sebab selama ini bantuan untuk Kelompok Tani Sari Madu cukup banyak. Mulai dari tiga unit traktor, resipi heller atau penggilingan padi, kendaraan roda tiga merek tosa. Bantuan itu sama sekali tidak pernah diperuntukkan untuk kesejahteraan para petani,” ucapnya.

Hal hampir senada dikatakan Sekretaris Koptan Sari Madu Astawi. Ia mengatakan, pihaknya sudah mengadukan dugaan pemalsuan tanda tangan dan dugaan penjualan traktor.  “Kita sudah melaporkan ke Polres Pandeglang, tetapi katanya buktinya masih kurang. Sehingga kami akan mengumpulkan buktinya kembali, karena perbuatan ketua kelompok itu telah melanggar hukum memalsukan tanda tangan anggota,” katanya.

Menurutnya, ketika kelompok mendapatkan bantuan bibit jagung, anggota tidak pernah dilibatkan. Bahkan menurutnya, dalam berita acara penerimaan bibit jagung tersebut, tercatat ada anak yang di bawah umur dan yang sudah meninggal. “Kami merasa aneh, yang tercatat dalam berita acara tersebut ada nama anak saya yang masih kecil. Bahkan penerima bibit tersebut ada yang sudah meninggal, sebab kami juga tidak dilibatkan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Sari Madu Sarim berkilah, kalau pihaknya tidak menjual bantuan hand tractor tersebut, karena menurutnya pihaknya hanya mendapatkan dua unit.  “Hand tractor ada di rumah, dan itu hanya dua. Sebab memang katanya dulu kita mendapatkan tiga unit, tetapi yang diterima dua unit. Itu juga disaksikan oleh petugas dari pertanian,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Koptan Sari Madu, Sarim membantah tuduhan pengurus dan anggota tentang dugaan penjualan traktor dan pemalsuan tanda tangan. Sebab selama ini anggota tidak pernah mau diajak musyawarah saat akan mengajukan bantuan. “Setiap akan mengajukan tanda tangan mereka tidak mau, bahkan diajak musyawarah juga tidak mau. Termasuk saat disuruh mengambil bantuan jagung juga tidak mau,” ucapnya. (IF)***


Sekilas Info

Zakat Profesi, Baznas Roadshow ke OPD

Memasuki awal tahun 2018, para pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pandeglang roadshow ke sejumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *