Diduga Berasal dari Pembuangan Limbah PT Aplus Pacifik, Warga Keluhkan Bau Menyengat

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah perusahaan PT Aplus Pacific. Bau menyengat tersebut dikhawatirkan bisa menganggu dan berdampak pada kesehatan warga sekitar.

“Disini (Nameng) memang banyak perusahaan. Tapi yang paling dekat dengan pemukiman warha itu PT Aplus, jadi hampir setiap hari warga selalu disuguhi bau tak sedap,” kata salah seorang warga yang namanya minta dirahasiakan, Ahad (22/12/2019).

Ia mengaku, warga sudah melaporkan persoalan ini ke pihak Desa dan BPD setempat untuk memberitahukan kepada pihak PT Aplus agar tidak sembarangan membuang limbah yang berhubungan langsung dengan lingkungan masyarakat sekitar. Namun, keluhan warga belum juga mendapatkan respon.

Warga khawatir air selolakan yang menimbulkan bau tak sedap itu mengandung berbagai macam zat berbahaya, yang dapat menimbulkan kerusakan ekosistem lingkungan dan kesehatan warga. Apalagi aliran airnya langsung melewati irigasi pertanian atau sawah.

“Selain itu, saya sebagai perwakilan warga juga sudah memberikan sample air hitam yang melekat dan bau tersebut ke Dinas lingkungan hidup (DLH) untuk di tindak lanjuti,” sambungnya.

Sementara, salah satu perwakilan dari PT Aplus Pasific, Mul membantah limbah air hitam melekat dan bau itu milik PT Aplus. Karena, diwilayah Kampung Nameng ini terdapat banyak perusahaan-perusahaan yang lain.

“Bila memang ada yang berbahaya dari limbah PT Aplus, silahkan tanya kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak. Karena merekalah yang paham dan mengerti apa saja zat yang berbahaya terkait di dalam limbah itu. Jika sudah di pastikan oleh DLH, dengan pasti bisa menentukan dugaan limbah tersebut memang akibat dari limbah batu bara milik kami,” pungkasnya.

Menanggapi persoalan itu, aktivis Aliansi Indonesia (AAI) Hasan Basri mengecam keras pembuangan limbah batubara yang diduga milik PT Aplus tersebut mengancam pada lingkungan masyarakat.

“Selain merusak lingkungan, jika limbah itu mengndung zat berbahaya tentu akan merusak lahan pesawahan milik warga. Karena aliran air itu langsung mengalir ke pesahawan warga sekitar,” ungkapnya.

Hampir senada disampaikan aktivis lainnya,Yudistira. Ia menyatakan kecewa kepada PT Aplus. Karena, jika benar air limbah itu sampai mengalir ke lahan sawah warga otomatis limbah itu akan merusak lahan sawah.

“Tentu saya kecewa bila dugaan itu benar dilakukan oleh PT Aplus. Karena hal ini menandakan bahwa PT Aplus, selain tidak memperhatikan lingkungan, limbah mereka juga akan merusak lahan yang dijadikan untuk mencari ekonomi masyarakat sekitar,” tandasnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here