Diduga Berangkat dengan Identitas Palsu, 500 TKI Asal Banten tak Bisa Pulang

SERANG, (KB).- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten mencatat, saat ini setidaknya ada sebanyak 500 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak bisa pulang ke tanah air. Hal tersebut terjadi, karena mereka berangkat dengan cara nonprosedural, sehingga identitas mereka diduga dipalsukan.

Ketua SBMI Banten, Maftuh Hafi Salim mengatakan, sampai saat ini, pihaknya terus berupaya untuk mencari tahu keberadaan TKI yang mayoritas warga Kabupaten Serang tersebut. Namun, hasilnya belum maksimal, karena diduga saat pemberangkatan identitas TKI tersebut banyak yang dipalsukan.

“Jadi, berangkatnya sekitar lulusan SD atau SMP kelas 2, sudah dibawa sponsor, identitasnya banyak dipalsukan. Mungkin sekarang mereka sudah dewasa,” katanya, Senin (15/10/2018).

Ia menuturkan, dari sekitar 500 orang lebih TKI yang dilaporkan hilang, baru sekitar 15 orang yang terdeteksi keberadaannya dan bisa segera dipulangkan. Mereka rata-rata bekerja di Timur Tengah dengan masa kerja paling lama sudah mencapai 19 tahun sampai 24 tahun.

“Banyaknya dari Serang Utara, seperti atas nama Juleha warga Bolang, Kecamatan Lebakwangi, dia bekerja di Eropa,” ujarnya.

Ia mengatakan, tingginya kasus TKI bermasalah tersebut, akibat tidak maksimalnya pengawasan atau perlindungan yang dilakukan oleh pemerintah. Sehingga, banyak TKI yang diberangkatkan dengan cara nonprosedural oleh sponsor.

“SBMI Banten akan terus berupaya melakukan pendampingan terhadap TKI yang tidak bisa pulang. Kami akan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan pemerintah bagi sponsor yang memberangkatkan TKI dengan cara nonprosedural,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here