Didatangi Anggota Dewan, Warga Kampung Geuleuh Careuh Minta Perbaikan Jalan

Anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra Anda Suhanda, saat reses di Kampung Geuleuh Careuh, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Jumat (22/11/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Warga Kampung Geuleuh Careuh, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan jalan poros desa yang kondisinya rusak. Hal tersebut disampaikan perwakilan masyarakat Ahmad Ponari saat acara reses Anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra Anda Suhanda, Jumat (22/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut ratusan warga Kampung Geuleuh Careuh di salah satu rumah tokoh masyarakat. Warga begitu antusias, satu persatu dari mereka menyampaikan aspirasinya kepada anggota Komisi I tersebut.

Ahmad Ponari mengatakan, keberadaan poros desa tersebut sangat penting dalam menunjang aktivitas warga. Jalan tersebut menghubungkan dua desa yakni Pasir Eurih dan Curug Barang.

Menurutnya, jalan sepanjang sekitar 5 kilometer tersebut memang belum lama ini diperbaiki. Namun, perbaikan tidak dilakukan menyeluruh.

“Pernah di hotmix tapi sepotong-sepotong. Aneh bin ajaib, dari dulu itu. Darurat, ancurnya jalan. Padahal sering dilewatin pemerintah, dewan juga ada di sini,” tuturnya.

Ia berharap Anggota DPRD Banten Anda Suhanda bisa mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Tolong diusahakan masalah jalan. Kami minta bapak dewan agar sungguh-sungguh memperjuangkan. Walaupun DPRD provinsi, tapi mudah mudahan bisa mendorong agar jalan ini di perbaiki,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Banten Anda Suhanda mengatakan, ada dua cara yang dapat dilakukan dalam mendorong perbaikan jalan tersebut. Pertama melalui peralihan status, kedua melalui bantuan keuangan.

“Cara pertama, jalan itu bisa diubah statusnya menjadi jalan provinsi jika pemerintah kabupaten/kota tidak mampu mngurusi jalan tersebut. Solusi kedua, pemprov telah mengalokasikan dana segar Rp 55 miliar yang bisa dialokasikan untuk berbagai hal termasuk infrastruktur,” ujarnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang agar bisa mengawal anggaran tersebut untuk kepentingan perbaikan jalan.

“Nanti kami akan komunikasikan dengan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari fraksi Gerindra untuk memntau khusus anggaran tersebut. Kami akan kami sampaikan agar Pemkab Pandeglang bisa memperbaiki jalan ini,” ujarnya.

Sementara, warga lainnya Sukarman mengeluhkan soal full day school. Ia menolak jika full day school diberlakukan di tingkat SD.

“Itu mematikan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). Sekarang SMP sudah berlaku full day school. Kalau SD saya keberatan. SMP kelas 1 saja itu sudah enggak bisa sekolah MDA lagi,” ucapnya.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here