Selasa, 18 Desember 2018

Dicanangkan Masuk Kurikulum Pendidikan Agama, Magrib Mengaji Perlu Pengawasan Orangtua

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang menyambut baik rencana imbauan Magrib Mengaji untuk masuk ke dalam kurikulum pendidikan agama. Untuk merealisasikan hal tersebut, Disdikbud juga perlu menyiapkan perangkat tugas yang menunjang berjalannya program. Selain itu, pengawasan orangtua menjadi yang paling dominan dalam pelaksanaan program tersebut.

Kepala Seksi Kurikulum pada Disdikbud Kabupaten Serang, Cahyono Purawiguna mendukung imbauan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah terkait program Magrib Mengaji masuk kurikulum pendidikan agama. Namun, meski program tersebut masuk kurikulum pendidikan agama, kata dia, pengawasan orangtua menjadi yang lebih dominan dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebab, programnya berada di luar jam pelajaran, sedangkan pihaknya dari sekolah hanya menyiapkan perangkat tugas yang harus dikerjakan siswa. “Sebagai tanda bukti, bahwa anak sudah mengaji. Kerja sama dengan orangtua, masyarakat itu harus dipersiapkan,” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (19/2/2018).

Selain itu, menurut dia, secara teknis, hal tersebut juga perlu dikoordinasikan terlebih dahulu terkait bagaimana pembelajaran di sekolah khususnya SD-SMP. “Tentunya bisa dipadukan sebenarnya, bagus, kaitannya koordinasi dengan Kemenag dan sebagainya yang ada kaitannya dengan keagamaan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk terealisasinya program tersebut, secara teknis nantinya perlu dibuat prosedur kegiatannya. Prosedur tersebut tentunya harus bisa menunjang, misalnya berkaitan dengan sarana dan prasarana yang prioritas dan sifatnya bisa membantu terlaksananya mengaji setelah Magrib.

Meski demikian, sejauh ini, pihaknya menuturkan, belum mengetahui rencana tersebut. Namun, selain rencana tersebut, untuk membumikan baca Alquran selama ini Disdikbud juga sudah memiliki program, seperti beasiswa untuk penghafal Alquran. Namun, dia yakin jika program yang berkaitan dengan keagamaan tersebut sudah banyak dilakukan Kemenag.

“Mungkin dari Kemenag yang bisa merinci, kalau dari kami kan sifatnya mendukung. Tidak bersifat khusus keagamaan,” tuturnya. Sejak 2016, kata dia, Kabupaten Serang sudah mencanangkan program literasi membaca Alquran. Program tersebut sudah berjalan dan bahkan Pemkab Serang sudah sempat mendapatkan penghargaan dari kementerian,” ujarnya.

Namun, dengan adanya rencana memasukkan dalam kurikulum program Magrib Mengaji, menurut dia, akan sangat positif. Sebab, dapat membantu meningkatkan kemampuan dan motivasi anak untuk membaca Alquran. Terlebih saat ini tingkat membaca Alquran sudah mulai menurun. “Dengan adanya gadget dan segala macam otomatis anak lebih terfokus ngutak-ngatik HP daripada buku atau Alquran. Sehingga, memang harus di-boming-kan lagi gerakan membaca itu,” ucapnya.

Ia meyakini, jika program tersebut dilakukan tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar yang saat ini ada. Sebab, berada di luar jam pelajaran, sedangkan untuk memasukan ke dalam kurikulum hanya tinggal memadukan kontennya. “Palingan ini hanya diselipkan, jadi mungkin sifatnya hanya tugas-tugas yang diberikan sekolah, karena waktunya di rumah setelah Magrib,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Bank Banten Harus Bangun Kepercayaan Pemda

SERANG, (KB).- Wakil Ketua DPRD Banten, Nur’aeni mendukung upaya Pemprov Banten yang akan melepas saham di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *