Dibangun Senilai Rp 2,25 Miliar, Pasar Walantaka Hanya Bertahan Sebulan

Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin meresmikan Pasar Lebak Wangi di Kecamatan Walantaka, Rabu (3/7/2019).*

SERANG, (KB).- Pasar di Kecamatan Walantaka yang secara resmi diluncurkan pada Rabu (3/7/2019) lalu, saat ini ditinggalkan pedagang. Bahkan, pedagang yang berjualan hanya bertahan sebulan pascapeluncuran dilaksanakan.

Pantauan di lokasi, pasar yang dibangun pada pertengahan 2017 lalu dengan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 2,25 miliar, kini tampak kotor dan tak terawat. Saat ini, pasar hanya ramai saat malam hari, karena diisi oleh pasar hiburan rakyat.

Seorang warga setempat Wahyu menuturkan, setelah diluncurkan oleh Pemkot Serang, tidak pernah ada event atau kegiatan yang bisa menarik masyarakat datang ke pasar, sehingga pedagang kios memilih berhenti berjualan. “Mungkin hanya sebulan setelah diluncurkan, pedagang tidak lagi mengisi pasar,” katanya saat ditemui di sekitar Pasar Rakyar Kecamatan Walantaka, Ahad (13/10/2019).

Ia mengatakan, para pedagang lebih memilih berjualan di tepi jalan dibandingkan mengisi kios pasar. Hal tersebut, karena lokasi pasar tidak berada persis di pinggir jalan, sehingga para pengemudi tidak mengetahui adanya pasar. “Pedagangnya kan di sini kebanyakan ikan sama buah-buahan, sekarang mereka pada jualan di pinggir jalan,” ucapnya.

Selain itu, ujar dia, masyarakat masih banyak yang lebih memilih berbelanja di Pasar Ciruas. Karena dinilai, Pasar Ciruas lebih lengkap untuk berbelanja, sehingga Pasar Rakyat Walantaka tidak terlalu banyak dikunjungi. “Di sini juga kan gak terlalu jauh ke Pasar Ciruas, jadi masyarakat banyak yang berbelanja ke Ciruas,” tuturnya.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan, Industri, dan Koperasi (Disperdaginkop) dan UKM Kota Serang Jhoni Manahan menuturkan, saat ini pihaknya terus berupaya untuk kembali menarik para pedagang berjualan di area pasar. “Kami promosi melalui kelurahan dan tahun ini kami akan pasang gapuranya, supaya kelihatan pasar,” katanya.

Selain itu, ucap dia, pihaknya juga menggandeng komedi putar sebagai upaya, agar masyarakat mengenal dan terbiasa bertransaksi di Pasar Rakyat Kecamatan Walantaka. “Yang penting masyarakat kenal dulu, kami upayakan, supaya orang makin kenal,” ujarnya.

Kemudian, agar masyarakat tahu jika di lokasi tersebut ada pasar, tahun ini pihaknya akan memasang gapura dan terus berupaya menarik para pedagang yang sudah memiliki kios kembali berjualan di area pasar. “Enggak jauh dari jalan, makanya nanti mau kami pasang gapuranya tulisannya Pasar Walantaka,” tuturnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here