Dibanding Tahun Lalu, Kasus DBD di Kota Serang Meningkat

SERANG, (KB).- Sepanjang Januari 2020, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Serang meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, tercatat pada Januari 2019 hanya ditemukan sebanyak 23 kasus.

Sementara, pada tahun ini sudah ada 46 kasus DBD per Januari lalu. Banyaknya kasus tersebut, diakibatkan faktor lingkungan dan masyarakat yang pemahaman penanganannya masih rendah.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kota Serang Affan mengatakan, dari total 46 kasus DBD pada 2020 berada di Kecamatan Serang dengan 19 kasus, kemudian disusul oleh Cipocok Jaya sebanyak 12 kasus. Sementara, untuk kasus lainnya tersebar di seluruh kecamatan lain di Kota Serang.

“Jadi, memang paling banyak itu di daerah perkotaan, yaitu di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Sementara, yang lainnya itu tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Serang, tapi memang tidak sebanyak di dua kecamatan tersebut,” katanya, Sabtu (8/2/2020).

Ia menjelaskan, banyaknya kasus DBD tersebut, diakibatkan oleh berbagai sebab, seperti faktor lingkungan dan perilaku yang kurang bersih. Ia menuturkan, masyarakat masih abai terhadap genangan air dan tumpukan barang bekas. Padahal, dua hal tersebut, merupakan penyebab adanya nyamuk penyebar DBD.

Meski demikian, tutur dia, tingginya angka kasus DBD tidak hanya di Kota Serang, namun juga terjadi di daerah lainnya di Provinsi Banten.

“Masih banyak masyarakat yang perilakunya kurang bersih dan juga masih banyak yang belum mengetahui penyebab keberadaan nyamuk aedes aegypti. Salah satunya adanya genangan air bersih apalagi ini musim penghujan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal mengatakan, jika saat ini kasus DBD di Kota Serang cukup tinggi. Namun, hal tersebut, terjadi pada setiap daerah, sebab saat ini seluruh wilayah Indonesia sedang memasuki musim.

“Semua wilayah itu memang sedang naik trennya, termasuk Kota Serang. Bahkan, untuk Kota Serang sudah ada 23 kasus DBD yang masuk laporannya dan yang paling dominan itu di Kecamatan Cipocok dan Serang,” ucapnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada setiap keluarga untuk menjadi juru pemantau jentik (Jumantik).

“Jadi, dalam satu rumah, itu salah satu anggota keluarganya, kami minta untuk menjadi relawan Jemantik, sehingga nanti tidak ada jentik nyamuk di genangan air,” katanya.

Mengenai lambatnya penanganan DBD, dia menjelaskan, jika seharusnya masyarakat yang lebih berperan aktif dalam hal tersebut.

“Sebab, persoalan DBD ini kan berasal dari pola hidup atau kebiasaan serta perilaku masyarakat juga. Seperti kebersihan lingkungan, saya kan meminta kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kebersihan, terutama adanya genangan air,” ujarnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here