Dianggap Lakukan Pelanggaran Berat, 6 ASN Pemprov Banten Disanksi Berat

SERANG, (KB).- Sebanyak enam aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten direkomendasikan disanksi berat. Mereka dianggap melakukan pelanggaran disiplin pegawai yang berat dan tidak dapat ditoleransi.

Kepala BKD Banten Komarudin menuturkan, enam ASN yang disanksi berat itu bertugas di beragam OPD. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Banten, Bapenda Banten, Satpol PP Banten, Kantor Cabang Dinas (KCD) dan salah satu SMA di Kabupaten Tangerang.

Rincian sanksi terhadap ASN tersebut, di antaranya meliputi tiga orang diberhentikan dari ASN, seorang dicopot dari jabatan, dan sisanya diturunkan pangkat. ASN yang diberhentikan dari jabatannya adalah salah seorang kepala SMA di Kabupaten Tangerang dengan pelanggaran melakukan pungutan.

Kemudian, tiga ASN diberhentikan dari ASN akibat tidak masuk kerja lebih dari 50 hari. Sementara yang diturunkan pangkat dua orang, dengan kesalahan beragam. Salah satunya melakukan pungutan hibah.

“(Yang diberhentikan) tadi di antara itu OPD itu. (ASN terkena sanksi berat) di pendidikan ada tiga orang,” ujarnya saat ditemui usai rapat pembahasan kasus disiplin ASN di lingkungan Pemprov Banten di Setda Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (27/6/2019).

Di luar enam ASN tersebut, terdapat 28 lainnya yang disanksi ringan berupa teguran tertulis atau keterangan tidak puas. Kesalahannya tidak ikut selama tiga kali apel yang salah satunya apel hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran 1440 Hijriah.

Diketahui, sebelumnya terdapat 289 ASN yang dipanggil akibat terindikasi tidak ikut apel pada hari pertama kerja. Dari 289 ini terdapat 81 yang diketahui tidak apel tanpa keterangan, serta ada 28 di antaranya yang sudah tiga kali tidak apel berturut-turut.

“28 (ASN) yang nanti hukumannya lebih berat, yaitu pernyataan tidak puas karena akumulasinya udah tiga kali enggak apel. Itu hukuman ringan yang paling berat,” katanya.

Terkait pelanggaran disiplin ASN, ke depan pihaknya akan melibatkan kepada OPD untuk memberikan sanksi. “Masing-masing sebagai atasan langsung, dan itu memang di aturan kepegawaian begitu. Misalnya ada pelanggaran disiplin yang tidak masuk, atau lain-lain. Itu tanggung jawab kepada OPD untuk memberikan teguran dan lain sebagainya,” ucapnya.

Pelibatan kepala OPD dalam memberikan sanksi juga berlaku untuk 28 ASN yang tiga kali tidak ikut apel. “Ini akan kita dorong nanti termasuk tadi yang tidak apel akan kita sampaikan kepada OPD, untuk melakukan memberikan sanksi teguran tertulis atau pernyataan tidak puas, kita beri tiga hari. Kalau kepala OPD tidak (memberikan sanksi), kita tegur justru nanti kepala OPD,” ucapnya.

Diserahkan ke gubernur

Ia menjelaskan, rekomendasi dari tim disiplin akan diserahkan kepada Gubernur Banten. Gubernur nantinya memberikan keputusan sanksi. Sanksi yang keluarkan gubernur bisa saja berbeda dengan rekomendasi tim disipilin. “Karena itu, hak otoritas gubernur ada. Misalnya sanksinya kurang berat ni, tambah. Itu sering,” ucapnya.

Setiap sanksi yang diberikan pada prinsipnya bertujuan untuk menumbuhkan rasa disiplin ASN. Sehingga disiplin tersebut menjadi budaya pada masing-masing ASN. “Ini caranya baru maih absen dulu, tapi dengan pola begini kita berharap itu terpola dalam dirinya, bahwa disiplin menjadi budaya, tidak hanya soal absen tapi juga soal yang lain-lain,” tuturnya.

Asda III Setda Banten Samsir menuturkan, sanksi tegas kepala salah satu kepala SMA di Kabupaten Tangerang karena pemprov sudah melakukan pungutan. “Walaupun bukan untuk kepentingan pribadinya, untuk kepentingan peningkatan kemampuan. Ada untuk study toor, itu tidak dibolehkan lagi,” katanya.

Untuk yang melakukan pungutan hibah sendiri besarannya mencapai Rp 15 juta. Hal itu diketahui dari laporan penerima hibah. “Meskipun pengakuannya sudah dikembalikan, cuma lupa dia meminta tanda terima,” ujarnya.

Pemberian sanksi disesuaikan dengan PP 53 tahun 2010 mengenai disiplin ASN. Seluruh sanksi sudah teruai di dalamnya. “Termasuk politik tidak masuk kerja. Semuanya berdasar pada PP itu,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here