Diajukan Sejak 2017, Penghapusan Aset SMPN 13 Kota Serang Belum Direalisasi

Siswa sedang beraktivitas di dekat bangunan ruang kelas yang tak terpakai akibat mengalami kerusakan di SMPN 13 Kota Serang, Selasa (14/1/2020).*

SERANG, (KB).- Penghapusan sebagian aset Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Serang, hingga saat ini belum direalisasikan. Padahal, pengajuan penghapusan tersebut, sudah dilakukan sejak 2017 lalu kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang.

Kepala SMPN 13 Kota Serang Sudaryat mengatakan, pihaknya telah mengajukan penghapusan aset tersebut, sejak 2017. Meski sempat ditinjau dan diverifikasi tahun lalu, namun nyatanya masih belum dihapuskan.

“Awalnya gedung ini memang dipakai tahun 2016, tapi setelah itu tidak lagi dan kami mengajukan untuk dihapuskan. Tapi, sampai sekarang masih belum juga,” katanya, Selasa (14/1/2020).

Ia menjelaskan, permintaan penghapusan telah disesuaikan dengan set plan Gedung SMPN 13 Kota Serang. Rencananya gedung tersebut, akan dijadikan sebagai lapangan olah raga dan lapangan upacara sekolah.

“Karena ini belum dihapuskan, akhirnya kalau olah raga itu keluar sekolah dan upacara juga tidak semua siswa ikut di lapangan, ada sebagian di atas (gedung sekolah),” ujarnya.

Kondisi tersebut, ucap dia, cukup mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMPN 13 Kota Serang. Maka dari itu, pihaknya setiap tahun selalu mengajukan permintaan penghapus aset tersebut.

“Jadi, masalahnya di pengajuan ini belum ada konfirmasi, kami juga bingung, karena tidak bisa melakukan penghapusan secara mandiri, kan harus ada izin dulu,” tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Sarnata mengatakan, pengajuan tersebut langsung ditujukan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang pada 2017. Namun,hingga saat ini,pihaknya belum mendapat konfirmasi apapun dari BPKAD.

“Kami juga tidak mengetahui alasannya, padahal kami sudah menganggarkan, tapi karena ada aturan dan mekanisme kami tidak berani menghapuskan. Diajukannya untuk penghapusan memang sudah sejak 2017 lalu, tapi kami belum ada konfirmasi apa-apa,” katanya.

Dampaknya juga akhirnya kepada proses upacara yang dilakukan setiap minggunya tidak maksimal, sehingga para siswa tidak dapat mengikuti semua. Padahal, kegiatan tersebut merupakan salah satu pembelajaran dalam pengembangan karakter.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Budi Rustandi meminta Pemkot Serang untuk segera melakukan penghapusan aset. Sebab, sudah lebih dari dua tahun pengajuan tersebut diabaikan oleh Pemkot Serang.

“Ini terkendalanya penghapusan aset terjadi di bagian asetnya yang lelet, masa sampai sekarang masih belum ada surat keputusan (SK),” ujarnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here