Senin, 23 Juli 2018

Di Wilayah Kabupaten Serang, Penyakit Difteri Mewabah

SERANG, (KB).- Difteri atau infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium di Kabupaten Serang mewabah. Sejak dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) 7 Desember 2017, hingga kini kasus difteri masih terus bertambah.
Seorang warga Kecamatan Padarincang, Novitasari (10), diduga terjangkit difteri dan mendapatkan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Drajat Prawiranegara.

Novitasari ternyata bukan korban difteri pertama di wilayah tersebut. Sebelumnya, sudah ada 3 orang warga yang terjangkit difteri. Tiga orang tersebut pertama berusia 5 tahun, kedua 21 tahun dan ketiga 6 tahun. “Saat ini, Novitasari kondisinya masih suspect. Sebab, untuk hasil labnya masih belum keluar sehingga belum bisa dikatakan positif atau negatif. Baru suspect, karena hasil labnya belum keluar jadi kita nunggu. Baru Jumat kemarin masuk isolasi,” ujar Kepala Puskesmas Padarincang, Lilis Nurliyani, Selasa (20/3/2018).

Lilis menuturkan, awalnya Novi mengeluhkan sakit tenggorokan yang disertai demam. Kemudian dia berobat ke puskesmas, namun malang penyakitnya tak juga sembuh. Sampai akhirnya, dibawa orangtuanya ke rumah sakit swasta. “Di sana katanya suspect difteri dan ada hasil fotonya dan dikirim ke RSUD lewat isolasi dan ternyata suspect difteri,” ucapnya.

Dalam menyikapi kasus tersebut, menurut dia, semuanya ditangani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ketika menemukan suspect, pihaknya akan langsung melacak sekitar keluarga terdekat. “Kalau Novi ini di sekolah sama di lingkungan rumahnya, jadi kami melaksanakan ORI itu di sekolah sama di sini. Terus tadi pengambilan sampel itu kami kirim ke dinas. Biasanya, 2 minggu kami dapat jawaban positif atau tidak,” tuturnya.

Kasus meningkat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan, kasus difteri di Padarincang ini masih harus menunggu hasil lab dari Jakarta. Namun komisi ahli mengatakan kemungkinan besar memang difteri. “Sudah dirawat dan hari ini kita ke lapangan untuk memeriksa kontaknya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Seksi Imunisasi pada Dinkes Kabupaten Serang, Dadang Supriyatna mengatakan, kasus difteri di Kabupaten Serang meningkat menjadi 47 kasus, dengan adanya kasus tersebut. Pada tahun 2017, kata dia, sebanyak 31 kasus dan 2018 16 kasus. “Yang positif 3 kalau 2017, dan tahun ini positif 2,” katanya.

Untuk wilayah Kabupaten Serang, saat ini masih dinyatakan KLB sejak 7 Desember 2017. Oleh karena itu, pihaknya pun mengadakan ORI untuk satu kabupaten mulai dari usia 1-19 tahun. Jumlah sasarannya mencapai 526.344 jiwa atau hampir 30 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Serang. “Kami juga ke semua puskesmas menekankan agar penguatan imunisasi rutin, sejak bayi sampai umur 4 tahun harus dapat 4 suntikan difteri,” tuturnya. (DN)***


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *