Di Tengah Pandemi Covid-19, DBD di Kabupaten Serang Capai 223 Kasus

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat dari Januari hingga Juni 2020 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Serang total telah mencapai 223 kasus, empat kasus di antaranya meninggal. Kasus DBD tersebut tersebar di 28 kecamatan, sementara Kecamatan Lebak Wangi hingga saat ini dinyatakan bebas kasus DBD.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang Riris Budiarni mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2020 kasus DBD di Kabupaten Serang mencapai 223 kasus, empat di antaranya meninggal. Kasus tersebut tersebar di 28 kecamatan.

“Sementara Kecamatan Lebak Wangi sampai saat ini dinyatakan bebas DBD,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (29/6/2020).

Angka kasus penyakit tersebut, kata dia, dikatakan cukup tinggi, apalagi kasusnya bersamaan dengan pandemi Covid-19, sehingga untuk penanganan kasus DBD di Kabupaten Serang diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru, khususnya bagi kecamatan yang paling banyak kasusnya.

“Foging DBD harus menggunakan SOP khusus, karena saat ini masih masa pandemi. Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia menuturkan, penanganan DBD dilakukan oleh Puskesmas yang ada di wilayah terkonfirmasi positif DBD. Sebelum dilakukan foging, petugas Puskesmas melakukan penyuluhan terlebih dahulu untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Nanti kalau sudah penyuluhan, baru melakukan pengajuan ke Dinkes untuk dilakukan foging. Foging juga tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah kasus DBD paling tinggi terjadi pada awal 2020 yakni Januari dan Februari 2020. Sebab pada bulan tersebut terjadi peralihan musim yang menimbulkan pertumbuhan nyamuk demam berdarah. “Kalau sekarang sudah mulai berkurang,” ujarnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here