Di Sektor Ruang Publik, Bahasa Indonesia Kurang Populer

SERANG, (KB).- Pihak Kantor Bahasa Banten menilai, bahwa penggunaan bahasa Indonesia pada sektor publik di Banten masih kurang populer. Sebab, sebagian besar masih banyak yang menggunakan bahasa asing. Peneliti Kantor Bahasa Banten, Anitawati Bachtiar mengatakan, minimnya penggunaan bahasa Indonesia pada sektor publik berkaitan dengan pemartaban bahasa negara.

“Kaitannya dengan pemartabatan bahasa negara. Masih banyak media di ruang publik yang menggunakan istilah asing atau memosisikan bahasa Indonesia di bawah bahasa asing,” katanya, Rabu (18/10/2017). Padahal, ada regulasi yang dapat dijadikan acuan tentang penggunaan bahasa Indonesia pada sektor publik. “Ada regulasi yang mengatur tentang hal tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, menurut dia, perlu upaya pemartabatan bahasa Indonesia melalui nota kesepakatan bersama antara pihak pemda dan Kantor Bahasa Banten. “Harapan kami sampai terbentuk surat edaran dari wali kota/bupati mengenai pemartabatan bahasa Indonesia di ruang publik. Jika hal tersebut sudah berjalan,” ucapnya.

Kerja sama tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan cara pemantauan penggunaan bahasa di spanduk atau papan nama. “Sebelum diizinkan untuk dipasang, harus melalui tahapan suntingan, agar sesuai dengan harapan kami terkait pemartabatan bahasa negara. Hal tersebut memerlukan kerja sama antara pihak pemda yang memberikan izin serta pihak kami yang memberikan pendampingan,” tuturnya.

Ia berharap, Gubernur Banten dapat mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. “Semoga nanti ke depannya akan ada perda dari Gubernur Banten mengenai hal tersebut. Untuk penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik ini, Kantor Bahasa sudah menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun di dua kabupaten dan dua kota di Banten,” katanya.

Terkait penggunaan bahasa Indonesia, pihaknya juga turun ke lapangan memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang penggunaan bahasa Indonesia, targetnya masyarakat Banten. “Sasarannya, adalah warga masyarakat Banten. Targetnya, adalah supaya masyarakat Banten menyadari pentingnya pemartabatan bahasa Indonesia di ruang publik dan semakin mencintai bahasa Indonesia,” ujarnya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here