Di Perumahan KSB, Jalan Menuju Puspemkot Serang Dibeton 2020

Pengendara Sepeda Motor melewati jalan menuju Puspemkot Serang di kawasan Perumahan KSB Kota Serang, Jumat (2/8/2019).*

SERANG, (KB).- Jalan menuju Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang di Perumahan Kota Serang Baru (KSB) akan dibeton pada 2020. Kepastian tersebut, didasarkan pada revisi Perda tentang Prasarana Sarana Utilitas (PSU).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang Nofriady Eka Putra mengatakan, saat ini pihaknya mendorong pengembang, agar segera menyerahkan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) kepada Pemkot Serang, sehingga ketika jalan tersebut, dibangun tidak ada persoalan antara kedua belah pihak.

“Tapi, kami dalam tahap upaya kepada pengembang, agar segera menyerahkan fasos-fasumnya. Kemudian, kami juga sedang menunggu Perda PSU saat ini. Karena, masih dalam tahap pembahasan. Perda-nya kan di tahun ini, pembangunannya bisa di tahun depan,” katanya, Jumat (2/8/2019).

Jadi, ujar dia, apabila pihak pengembang belum juga menyerahkan, dalam revisi Perda PSU disebutkan, bahwa pemerintah daerah bisa mengambil secara sepihak terkait fasos dan fasumnya.

“Jadi, direvisi perda PSU itu timbul bahasa kalau pengembang tidak menyerahkan, maka kami bisa mengambil secara sepihak. Tapi, itu untuk pengelolaannya saja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengembang perumahan yang sudah menyerahkan fasos dan fasum kepada Pemkot Serang sebanyak 33 perumahan. “Yang sudah menyerahkan fasus dan fasum tahun ini ada 33 perumahan yang ada di Kota Serang,” ucapnya.

Sementara, Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang Kosasih menuturkan, Pemkot Serang terus berupaya untuk mendorong DPRKP, agar segera memasukkan rencana pekerjaan tersebut, ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Kemudian, terkait aset pihaknya sudah melayangkan surat kepada pengembang KSB, agar Pemkot Serang memiliki pertanggungjawaban secara administrasi.

“Karena, aset yang diserahkan oleh pengembang itu baru 20.000 meter. Itu yang dipakai kantor Puspemkot saat ini, sedangkan jalannya belum. Tapi, karena jalan itu sudah masuk fasos dan fasum sesuai yang dikatakan gubernur, itu harus kami pelihara dan harus jadi jalan yang baik, karena setiap hari kami melewatinya untuk ngantor,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui DPRKP berusaha berkirim surat dan memanggil pihak pengembang untuk duduk bersama. Akan tetapi, kata dia, perwakilan yang hadir bukan pemegang keputusan, sehingga fasos dan fasum perumahan belum bisa diserahkan.

“Kami berusaha memberitahukan melalui surat, supaya tidak salah. Kami sudah mengundang ke pihak pengembang, tapi yang hadirnya itu bukan pemutus kebijakan, sehingga dia tidak bisa memutuskan. Mudah-mudahan mereka menyerahkan segera. Karena ini kan untuk kepentingan publik, bukan hanya pemerintah saja,” katanya.

Ia menuturkan, perda dan usulan anggaran terkait pembangunan jalan tersebut, diupayakan selesai tahun ini. Hal tersebut, karena jalan tersebut, untuk kepentingan bersama dan masuk dalam kewenangan wilayah Kota Serang. “Tahun ini, diusahakan selesai dan ini sudah masuk dalam pembahasan,” ujarnya.

Saat ini, jalan tersebut, masuk dalam anggaran pemeliharaan jalan, sehingga untuk pembangunan secara menyeluruh belum bisa dilakukan. “Pembangunan total itu kami belum, karena anggarannya pemeliharaan. Jadi, belum bisa membangun, tidak cukup anggarannya,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here