Di Kawasan Khusus Kota Tangsel, Merokok Kena Denda Rp 2,5-50 Juta

TANGERANG, (KB).- Terhitung Mei 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan mengenakan denda sebesar Rp 2,5 hingga Rp 50 juta di kawasan khusus larangan merokok di wilayahnya. Oleh karena itu, bagi perokok di Tangsel harus benar-benar memerhatikan tempat-tempat khusus yang terlarang terkena asap rokok.

Satgas penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan mulai bekerja. Terkait baru akan ditegakkannya perda yang mulai berlaku sejak Agustus 2016 silam.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel Iin Sofiawati mengatakan, selama ini perda tersebut, tidak efektif berlaku, karena belum terbentuknya satuan tugas (Satgas). Sejak disahkan hingga saat ini, pihaknya baru melakukan sosialisasi secara bertahap.

“Bulan Mei ini kami akan membentuk satgas. Kami baru sosialisasi ke kelurahan dan kecamatan, nanti baru sosialisasi ke OPD (organisasi perangkat daerah),” katanya.

Ia menjelaskan, Satgas KTR nantinya akan terdiri dari beberapa unsur. Mereka akan melakukan penindakan terhadap masyarakat ataupun ASN di Tangsel yang tertangkap sedang merokok di kawasan yang dilarang.

“Namanya Satgas OTT KTR (Operasi Tangkap Tangan Kawasan Tanpa Rokok), nanti satgas itu kami pilih dari perwakilan perguruan tinggi, ormas (organisasi masyarakat), kawasan strategis nasional (KSN), penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut menjadi satgas termasuk nanti kepala OPD menjadi ketua satgas di tempat kerjanya masing-masing,” tuturnya.

Dengan terbentuknya satgas nanti, kata dia, pelanggar akan dikenakan sanksi pidana ringan. Mulai dari sanksi denda hingga kurungan.

“Sanksinya bagi perokok yang dapatan merokok di ruangan (KTR), pertama kami tegur dulu, tapi kalau masih bandel, kami sanksi dengan denda Rp 2,5 Juta sekali ngerokok, itu untuk perokok, tapi kalau pimpinan OPD atau perusahaan kena denda Rp 50 Juta. Kalau dia tidak mau membayar, dia harus mau dikurung selama tiga bulan,” ujarnya.

Adapun kawasan yang termasuk dalam kawasan tanpa rokok, di antaranya area publik, sarana pendidikan, kesehatan, taman bermain, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan restoran. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here