Senin, 18 Februari 2019

Di Kabupaten Serang Suspek Masih Bertambah, Status KLB Difteri Belum Bisa Dicabut

SERANG, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang belum bisa mencabut status kejadian luar biasaa (KLB) difteri di wilayah Kabupaten Serang. Hal tersebut, karena sampai pekan kemarin di Kabupaten Serang masih ada kasus baru suspek difteri.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Sri Nurhayati mengatakan, Kabupaten Serang sudah dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan hasilnya dari 54 kabupaten/kota yang menyatakan KLB difteri, itu belum semua bisa dicabut, karena status KLB tersebut bisa dicabut manakala empat pekan setelah kejadian terakhir, tidak ditemukan atau tidak ada kasus lagi.

“Sementara, di kami minggu kemarin masih ada satu suspek di Baros, itu loksi baru. Jadi, Kabupaten Serang belum bisa dicabut status KLB-nya,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Kamis (22/2/2018). Sementara, kasus baru suspek difteri tersebut, ujar dia, gejalanya mengarah sekali ke difteri, tetapi hasil laboratoriumnya belum ada. “Itu (pemeriksaan laboratorium) kan di Jakarta, itu yang lama memang. Tapi, suspeknya sudah kami tangani, sesuai SOP-nya, kami lakukan tata laksanannya, dan profilaksis antibiotik, termasuk kontak sekitarnya juga sudah kami antisipasi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Serang dari total 42 kasus difteri, 10 kasus positif, 2 kasus, di antaranya disertai dengan gejala, sementara 8 kasus positif tanpa gejala difteri. “Delapan orang itu yang kontak (dengan suspek), mereka positif, tapi tanpa gejala, itu yang kami lagi bingung, yang kontaknya malah positif delapan orang,” tuturnya. Menurut dia, orang sekitar yang pernah kontak dengan suspek, mereka juga lakukan pemeriksaan, diambil spesimennya.

Sementara, 8 yang kontak tersebut positif, padahal tidak ada gejala, seperti panas. “Gak ada keluhan lah, tapi kalau memang begitu kan dia potesi jadi sumber penularan, justru itu kan yang bahaya, karena dia gak ada gejala, tapi dia positif. Kalau yang ada gejala kan sudah diantisipasi dirawat di ruang, dikasi profilaksis. Tapi, yang kontak ini kan tidak, karena tidak ada gejala, justru yang bahaya itu, sehingga kami kawal tetap sekarang,” katanya.

Untuk itu, ujar dia, surveilans dan outbreak response immunization (ORI) masih jalan terus. Surveilans tersebut memantau terus dengan tetap potensi-potensi penularan. “Itu semua sekarang kami masih jalan terus. Kami lihat perkembangan di lapangan. Mudah-mudahan kasus baru di Baros yang terakhir sampai empat minggu setelahnya gak ada, baru kami cabut status KLB-nya dan semoga seterusnya tidak ada lagi kasusnya,” ucapnya. (YY)***


Sekilas Info

MTQ IX Kota Serang Dibuka Hari Ini, Dewan Hakim Diharapkan Profesional

SERANG, (KB).- Puluhan Dewan Hakim Musbaqah Tilawatil Quran (MTQ) IX Kota Serang mendapatkan orientasi dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *