Di Kabupaten Serang, Keberadaan E-Warong Belum Merata

Keberadaan Elektronik Warung Gotong Royong (e-warong) di wilayah Kabupaten Serang belum merata, hal tersebut terlihat dari baru akan dibangunnya lima e-warong oleh Dinas Sosial Kabupaten Serang yakni di Kecamatan Baros, Tunjung Teja, Cikeusal, Jawilan dan Pontang. Pembangunan lima e-warong tersebut sesui dengan anggaran yang diberikan pemerintah pusat.

E-warong merupakan program dikucurkan oleh Kementrian Sosial yang bertujuan untuk mempermudah pengambilan bantuan non tunan termasuk beras sejahtera (Ranstra) yang kini pengambilannya sudah beralih menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). “Tempatnya (e-warong) ada lima titik di Kabupaten Serang, di Baros, Tunjung teja, Cikeusal, Jawilan dan Pontang, dan itu kapasitasnya mulai 500-1.000 KK (Kepala Keluarga),” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Serang Ahmad Saefudin kepada Kabar Banten di kantornya, Selasa (9/1/2018).

Saefudin mengatakan, sementara bantuan untuk pembangunan e-warong yang diberikan baru di lima titik tersebut. Namun kedepan akan diupayakan agar ada di setiap kecamatan. “Nah kita upayakan, karena ini yang menyangkut itu pusat. Ini menyangkut anggaran dari pusat juga. Jadi kita baru dapat lima titik itu,” katanya.

Saefudin menjelaskan, program tersebut akan dilaksanakan saat anggaran dari pemerintah pusat turun. Untuk tiap titik nantinya akan mendapatkan Rp. 30 juta. Rinciannya Rp. 10 juta untuk perbaikan tempat dan Rp. 20 juta untuk alat-alat termasuk timbangan, rak dan lainnya. “Itu dari kemensos, setelah turun dicairkan oleh petugas di e warung itu, karena petugasnya yang nungguin itu di SK kan oleh kepala dinas, terdiri dari 10 orang. Empat orang dari pengguna, enam orang dari PKH dan tokoh masyarakatnya,” tuturnya.

Pemilihan tempat atau lokasi e-warong juga tidak main-main, pihaknya harus melakukan survey terlebih dahulu. Dari hasil survey, tempat yang dipilih harus ada kesanggupan dari pemiliknya dan dibuatkan pernyataan. Kedua ada pengurusnya yang berjumlah 10 orang tersebut. “Tempatnya punya pemanfaat, jadi rumah pemanfaat itu di rehab dan ditempati untuk e-warong, itu gratis, dan tidak boleh dipindahkan minimal 5-10 tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, e-warong berfungsi untuk membantu pengambilan beras rastra yang selama ini diambil dengan cara ditebus. Namun, kedepan tidak demikian, pengambilannya tinggal menggunakan kartu yang digesek layaknya ATM. “Lalu dia (Penerima bantuan) akan menerima di e-warong itu berupa beras dan di E warung itu bukan hanya menangani beras rastra saja. Tapi beras yang non tunai juga memperoleh beras dan telor,” ucapnya.

Untuk satu keluarga, kata dia, akan mendapatkan jatah Rp. 110.000. Angka tersebut kemudian dibagi untuk beras dan juga telor dalam harga saat ini. “Mungkin 5 kilo beras dan sisanya telor atau bagaimana. Itu diambilnya satu bulan sekali,” katanya. Kedepan, kata Saefudin, e-warung tidak hanya menyediakan beras dan telor saja, namun akan dikembangkan pada yang lain. Adanya penggunaan kartu dalam pengambilan beras tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Dimana saat ini setiap kartu yang diberikan akan memiliki fungsinya masing-masing.

“Ada Kartu Rastra, BPJS (KIS), KIP, Kartu Jamsos Ratu, jadi fungsinya nanti masing-masing. Kalau Rastra warnanya merah itu rastra,” tuturnya. Kemudian, dengan adanya e-warong tersebut, pengambilan Rastra tidak bisa dimanfaatkan untuk orang lain. Jika dulu orang yang punya namun ditebus oleh orang lain dan berasnya dibagi lagi, saat ini sudah tidak bisa. “Karena sekarang gratis,” ujarnya.

Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) pada Dinsos Kabupaten Serang, Marfindo Desra Chaniago mengatakan untuk saat ini kartu Keluarga Sejahtera sudah mulai dibagikan di Kecamatan Jawilan. “Ada di Jawilan yang sudah jadi dan dibagikan. Jadi kartu itu 1 kartu satu keluarga, Mekanisme pengambilannya seperti ATM tinggal gesek,” ujarnya. (Dindin Hasanudin)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here